Intens Bertemu Bos Alibaba, Pemerintah Minta Dua Hal

Eka Santhika, CNN Indonesia | Senin, 03/09/2018 07:17 WIB
Intens Bertemu Bos Alibaba, Pemerintah Minta Dua Hal Menkominfo Rudiantara (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Komunikasi Rudiantara menyebut bahwa pertemuan pemerintah dengan bos Alibaba, Jack Ma, dengan pemerintah dilakukan untuk pengembangan sumber daya manusia dan untuk kepentingan pembuat keputusan.

"Kita butuh talent. Gojek, Tokopedia, mereka cari talent ke Bangalore, India. Di Indonesia ngga ada [...] Talent kita lambat," ujarnya saat ditemui di Jakarta, Minggu (2/9).

Pernyataan ini dibuat terkait dengan usulan pemerintah agar Jack Ma membuat institusi pendidikan yang disebut sebagai Jack Ma Institute.


Selain kebutuhan sumber daya manusia, Rudiantara juga menyebut bahwa pertemuan itu juga dilakukan sebagai pembelajaran bagi pemerintah.

"Terus juga untuk policy maker, jangan bentar-bentar bikin aturan," tuturnya saat ditemui terpisah usai pertemuan dengan Presiden Joko Widodo dan Jack Ma di Istana Bogor, Sabtu (1/9).

"Pemerintah kan senengnya ngatur mulu. Biarin dulu aja tumbuh," tambahnya lagi.

Saat ditanya lebih lanjut soal alasan mengapa pengembangan sumber daya manusia di Indonesia lambat, Rudiantara sempat terdiam. Ia lantas menyahut bahwa banyaknya aturan ini menjadi salah satu kendala mengapa sumber daya manusia Indonesia kurang mampu berkembang untuk memenuhi kebutuhan industri.

Lebih lanjut, Rudiantara juga menyebut bahwa isu sumber daya manusia bukan hanya menjadi masalah Indonesia, tapi juga jadi isu regional dan global.

Terkait Jack Ma Institute, Rudiantara menyebut bahwa ide ini pertama kali dilontarkan dan diminta oleh Indonesia.

"Saya bilang Anda kan guru [...] kenapa ga kembangin di Indonesia?"

Selain itu, Rudiantara juga menyebut bahwa pihaknya juga sempat mengusulkan dalam pertemuan di Argentina agar Indonesia menjadi respository hub di regional. Menurutnya ide ini akan dikemukakan pada pertemuan G20 pada November mendatang. (eks/eks)