Gempa Hokkaido Reda, Pabrik Toyota Beroperasi Lagi

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 11/09/2018 12:30 WIB
Gempa Hokkaido Reda, Pabrik Toyota Beroperasi Lagi Pabrik Toyota Motor Manufacturing Indonesia. (Foto: CNN Indonesia/Tachta Citra Elfira)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah sempat terhenti akibat gempa bumi di Hokkaido, Jepang, produsen Toyota berencana melanjutkan operasional produksi mobil dalam beberapa hari lagi. 

Dalam pernyataan resmi pada Senin (10/9), Toyota dan seluruh perusahaan afiliasinya akan melanjutkan kegiatan produksi di beberapa pabriknya di Jepang secara bertahap pada Selasa (11/9).

Keputusan itu juga berlaku bagi pabrik yang menyuplai komponen produksi untuk fasiltias perakitan di mancanegara. Sedangkan lini produksi yang lain akan dimulai pada Kamis (13/9).



Juru bicara Toyota, Jean-Yves Jault, mengatakan raksasa otomotif itu masih mengevaluasi dampak gempa pada produksi di kawasan Amerika Utara atau wilayah lainnya.

Toyota memiliki cadangan komponen untuk terus beroperasi dalam beberapa hari setelah bencana, namun, ketidakpastian pulihnya pasokan tenaga di Hokkaido membuat Toyota menghentikan produksi dalam negeri untuk menjaga cadangan perangkat.

"Dalam kasus itu, prinsip TPS (Toyota Production System) mengarahkan kami menghentikan seluruh produksi, dan mengecek dan memvisualisasikan serta mempertimbangkan langkah penanganan," kata Jault dilansir Autonews, Senin (10/9).

Gempa bumi berkekuatan 6,7 pada skala Richter terjadi di Hokkaido, Jepang. (Foto: AFP PHOTO / JIJI PRESS)

Gempa mematikan yang terjadi di Hokkaido telah merenggut 44 nyawa dan membuat 5 juta warga di pulau bagian utara Jepang itu merasakan mati lampu karena kehilangan tenaga listrik.

Kondisi tanpa listrik juga dialami jalur rantai pasokan Toyota. Pabrik Toyota di Tomakomai, Hokkaido, yang memproduksi transmisi otomatis, Continuously Variable Transmission (CVT), dan transfer case, terkena dampak dan diharapkan bisa kembali bekerja pada Senin.

Selain pabriknya sendiri, penyuplai terbesar Toyota, Denso, yang memproduksi komponen elektronik, juga melambat karena gempa dan mati lampu. Pabrik Denso yang berada di Chitose, Hokkaido, sebagian beroperasi pada Senin namun tidak disebut kapan normal.

Pihak penyuplai lain, Aisin Seiki, punya tiga pabrik di Hokkaido yang berhenti beroperasi. Aisin merupakan penyedia pompa air serta penutup dan sabuk timing case.

Toyota sanggup memproduksi 13.000 unit per hari di Jepang. Sekiranya kerugian Toyota mencapai jumlah itu karena berhenti produksi pasca gempa. (gfs/fea)