Tua-tua Keladi, VW Kodok Makin Tua Makin Jadi

Tim CNNIndonesia, CNN Indonesia | Rabu, 19/09/2018 14:09 WIB
Tua-tua Keladi, VW Kodok Makin Tua Makin Jadi Volkswagen Beetle bisa dijadikan barang investasi untuk masa depan. (Dok. Wisnu Rahadi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penggemar mobil-mobil tua cukup banyak di Indonesia. Tren mobil retro kini kebanyakan dari generasi milenial yang ingin menyalurkan hobinya. Bagi mereka menyimpan mobil klasik itu untuk investasi.

Menurut salah satu penggemar mobil lawas, Widitya Prayudi, Volkswagen Beetle bisa dijadikan investasi masa depan. Sebab semakin tua usia VW Beetle, nilai jualnya bisa semakin tinggi.

Ia memberi contoh, untuk VW Beetle produksi 1950-an varian 1200 bisa tembus Rp1,5 miliar, dengan syarat masih terjaga orisinalitasnya. Banderol tersebut merupakan harga tertinggi untuk model VW yang karib disebut 'Kodok' di Indonesia.


"Itu untuk yang kondisi bagus atau show car. Kalau saya punya 1200 tahun 1963," kata Didiet, panggilan karib Widitya, kepada CNNIndonesia.com, Selasa (18/9).

Model buat mejeng di pameran merupakan patokan tertinggi harga VW Kodok di Indonesia. Di lain sisi, Didiet menjelaskan, VW Kodok tipe 1200, 1300, dan 1303, produksi 1958 hingga 1965, harganya jauh lebih murah, sekitar Rp 15 juta sampai Rp 20 juta. Harga bervariasi  tergantung kondisi mobil.


Harga pasaran Beetle bekas sendiri terbilang relatif murah untuk menyalurkan hobi modifikasi. Kendati demikian calon pembeli harus teliti menilai kondisi mobil bila dalam kondisi 'bahan' atau 'bangkai' dalam istilah pergaulan penggemar modifikasi mobil tua.

Dari bahan agar dapat dipakai keluyuran, pemiliknya harus setidaknya merogoh kantong minimal Rp50 juta. Dana tersebut membuat mobil tampil gaya di jalan raya dengan status mobil klasik.

"Minimal Rp50 juta untuk bisa dipakai enak untuk sekadar jalan saja dan buat nongkrong. Tapi itu tergantung owner, ada juga yang perbaiki sampai Rp200 juta, ya sesuai budget aja," kata anggota Frog Bread Club ini.

Mobil klasik memang selalu mencuri perhatian karena jarang beredar di jalan. Beberapa konsumen bahkan ada yang mencari Kodok langka, seperti Beetle dengan kaca belakang split dan oval.

Kategori langka imbasnya membuat harga mobil jadi 'gelap', atau memiliki harga tak jelas. Harga mobil bisa tinggi atau rendah tergantung negosiasi dengan penjualannya.


"Itu termasuk VW yang paling dicari dan susah didapat, kalau pun ada harganya tinggi ya," imbuh anggota Indonesia Pre67 Beetle, Gatot Purnama.

Di Indonesia, populasi terbesar Kodok tahun produksi 1970 ke atas. Para pemilik yang sudah membentuk komunitas telah tersebar ke seluruh pelosok negeri sangat menghormati keberadaan Beetle. (ryh/mik)