Pria yang akrap disapa Semmy mengatakan data tersebut berdasarkan pada kejadian dan dinamika di tahun 2017. Presentasi serangan siber di industri kesehatan sebesar 27 persen atau sekitar 471 kasus, menjadikannya paling berpotensi terkena serangan siber.
Disusul layanan keuangan dengan 219 kasus atau sekitar 12 persen. Sementara layanan pendidikan dan retail tercatat sebanyak 199 kasus (11 persen), disusul lembaga pemerintahan dengan 193 kasus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berkaca pada kasus tersebut, Semmy mengatakan Kominfo akan mendorong transformasi digital di sektor perhubungan, ESDM, keuangan, dan lainnya. Semua sektor tersebut nantinya akan berinduk pada Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Lihat juga:Ransomware Masih Jadi Tren Serangan Siber |
Mantan ketua umum Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) in menambahkan nantinya sistem keamanan siber di semua sektor yang sudah terbanungn dan dikelola dnegan dukungan sektor telekomunikasi dan jaringan internet.
"Makin lama makin meningkat uang yang ada di siber, semua transaksi dilakukan di siber. Sektor ICT akan menjadi basic (dasar) karena semua serangannya sudah semakin massif," imbuhnya. (evn)