Kemacetan Ibukota juga memperparah dampak kebakaran karena memperlambat petugas pemadam kebakaran (damkar) untuk tiba di lokasi kebakaran.
Masalah ini membuat Bimo Prabowo menciptakan alat pemadam kebakaran portable sebagai solusi dari masalah kebakaran di lingkungan padat penduduk. Inovasi ini ia namakan Alat Pemadam Api Medium (Apam).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bimo mengatakan pengguna hanya perlu menarik penyanggah (standar) tengah motornya, kemudian meletakkan Apam di bawah ban motor belakang. Apam juga dilengkapi stabilizer wing yang bisa diinjak di sisi kanan dan kiri agar stabil dan tidak bergerak ketika digunakan.
"Jadi sepeda motor di standar dua, alatnya ini ditaruh dibawah ban. Bannya akan menggerakkan roller yang memberi tenaga pada Apam untuk menyemburkan air," tutur Bimo.
Alat pemadam kebakaran portable, Apam (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick) |
Bimo mengatakan Apam bisa memadamkan api bangunan dengan ketinggian hingga empat lantai. Apam, menurutnya memiliki mobilitas tinggi untuk memadamkan api di gang sempit karena ukurannya mungil untuk alat pemadam kebakaran.
Apam memiliki panjang 45 cm dan tinggi 32 cm dengan berat 10 kilogram. Bimo mengatakan Apam dalam satu menit bisa menyemburkan 325 liter air dengan tekanan pompa maksimal 130 psi (pound per square inch).
"Tekanan pompa maksimal 130 psi, penggunaan operasional 95 psi. Standar tekanan pompa pemadam itu harus 65 psi", " katanya.
Bimo mengatakan alat ini mendapatkan apresiasi dari damkar. Damkar menilai baik masih ada warga yang memikirkan masalah kebakaran dengan menghasilkan inovasi.
Lihat juga:Jepang Mulai Kembangkan Lift ke Luar Angkasa |
Nantinya Bimo akan mengaitkan Apam di penyangga motor, kemudian kaitan ini akan menekan Apam ke arah ban belakang sehingga roller Apam berdempet dengan ban motor belakang.
"Damkar tidak mau kalau Apam diinjak stabilizer wingnya agar tidak bergerak. Mereka maunya Apam menyatu dengan motor. Nanti ada alat yang press standar dua, jadi alatnya ketekan ke belakang dan mengunci ke ban belakang," tutur Bimo.
Bimo mengatakan berdasarkan audiensi, masyarakat menginginkan alat ini tapi tidak memliki daya beli. Oleh karena itu Bimo berharap pemerintah bisa bekerja sama dengan pihaknya agar bisa mendistribusikan Apam ke masyarakat.
"Memang sulit mereka ekonomi kebawah. Makanya pemerintah bisa beli produk ini untuk dibagikan ke warga. Sebagai fasilitas umum, warga berharap pemerintah membagikan ini," ujar Bimo. (jnp/evn)
Alat pemadam kebakaran portable, Apam (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)