Mitsubishi Rela Pensiunkan 2 Model demi Xpander

Tim CNNIndonesia, CNN Indonesia | Sabtu, 22/09/2018 13:36 WIB
Mitsubishi Rela Pensiunkan 2 Model demi Xpander Logo Mitsubishi Xpander. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Keputusan Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) menghentikan impor dua model, Mirage dan Delica, merupakan konsekuensi menjadikan Xpander sebagai 'anak emas'. Melepas dua model asing itu pergi dari deretan produk yang ditawarkan juga memungkinkan MMKSI memangkas biaya operasi bisnis.

Delica meluncur pada 2015 lalu di Indonesia. Model dengan pintu geser ini merupakan yang pertama menggabungkan ciri khas desain MPV dan crossover, jauh sebelum ramuan itu digunakan pada Xpander.

Irwan Kuncoro, Direktur Penjualan dan Pemasaran MMKSI, mengungkap peran Delica sebenarnya di Indonesia, yaitu memperkenalkan desain MPV-crossover kepada masyarakat menjelang peluncuran Xpander pada 2017.


Pada tahun Xpander meluncur, MMKSI sebenarnya sudah kepikiran menghentikan impor Delica dari Jepang. Namun hal itu baru resmi dilakukan pada tahun ini.

"Kami waktu itu mau punya model terutama yang mengarah MPV sebelum Xpander diperkenalkan. Semacam jadi menjembatani sebelum Xpander," ucap Irwan.

Menurut Irwan tren penjualan Delica berikut model sejenis di segmen MPV medium sedang menurun. Hal itu juga jadi alasan karir Delica mesti berakhir.

Pertimbangan lainnya, Delica dikatakan model yang dikembangkan untuk pasar domestik Jepang. Sekalipun nanti hadir model penyegaran, jelas Irwan, pengembangannya dikatakan tidak melibatkan Indonesia.

Artinya pengembangan baru belum tentu sesuai kebutuhan konsumen Indonesia.

Mirage
Sama seperti Delica, alasan Mirage berhenti diimpor karena penjualannya tidak memenuhi ekspektasi. Kesalahan tidak sepenuhnya pada produk Mirage sebab segmen mobil kota memang sudah tergerus banyak oleh low cost green car (LCGC), kecuali pada Suzuki Ignis.

Namun berbeda dari kondisi stok Delica yang sudah habis, masih ada sisa stok 100 unit terakhir Mirage di dealer-dealer Mitsubishi. Penjualan model impor Thailand ini tidak akan dilanjutkan setelah stok terakhir ludes.

"Kami melihatnya memang segmen itu trennya menurun, sementara itu Xpander pasarnya besar dengan penjualan tinggi. Ya tentu saja kami harus fokus ke Xpander," ucap Irwan.


Terkait Efisiensi Bisnis dan Euro 4?

Setelah Delica dan Mirage berakhir, MMKSI hanya menjual lima model, yakni Xpander, Pajero Sport, Outlander Sport, serta pikap Triton dan L300. Memangkas dua model dari deretan produk bisa jadi indikasi MMKSI sedang melakukan efisiensi.

Sumber daya yang tadinya perlu dikerahkan untuk menopang penjualan Delica dan Mirage bisa dialihkan ke Xpander. Selain itu, 'membuang' dua model itu mengindikasikan strategi MMKSI menghadapi regulasi batas emisi Euro 4 yang bakal berlaku untuk mobil baru pada Oktober mendatang.

Tidak dijelaskan Irwan keterkaitan antara penghentian impor Delica dan Mirage dengan Euro 4. Namun kenyataannya, keputusan untuk kedua model itu dilakukan mepet ke jadwal implementasi Euro 4.


Roadshow Xpander Sampai di Makassar

MMKSI menghadirkan acara keempat dari kampanye 'Xpander Tons of Real Happiness' yang menyapa masyarakat kota Makassar di pusat perbelanjaan Phinisi Point pada 21-23 September 2018. Acara ini bertujuan untuk menunjukkan keunggulan dari MPV 'murah' Mitsubishi.

"Acara ini masih melanjutkan roadshow-nya ke 9 kota di Indonesia dan kini siap untuk berbagi kebahagiaan yang nyata bersama para keluarga di kota Makassar dan sekitarnya, tentunya dengan program hiburan yang semakin menarik", kata Irwan Kuncoro dalam keterangan resmi.

(fea/mik)