Lakalantas Telan 2 Sampai 3 Korban Jiwa Tiap Jam

Tim CNNIndonesia, CNN Indonesia | Senin, 24/09/2018 14:00 WIB
Lakalantas Telan 2 Sampai 3 Korban Jiwa Tiap Jam Ilustrasi. (Istockphoto/rvimages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian RI terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Kecelakaan lalu lintas diprediksi dapat menjadi penyebab kematian ke-7 tertinggi di dunia pada tahun 2030. Untuk itu pentingnya edukasi terhadap masyarakat tentang keselamatan dan ketertiban selama berkendara.

"Keselamatan di jalan raya menjadi tanggung jawab kita semua, bukan hanya pemerintah," kata Chaerany Putri, Co-Founder Lalintas dalam keterangan resmi, Senin (24/9).

"Sudah saatnya isu keselamatan lalu lintas mendapatkan perhatian yang lebih serius dari kita semua karena angka kecelakaan lalu lintas per tahunnya masih relatif cukup tinggi, di mana angka kematian dari kecelakaan lalu lintas mencapai 2 hingga 3 jiwa per jam di Indonesia," ucap Putri kemudian.


Menurut Putri, Lalintas adalah sebuah platform khusus di bidang kampanye keselamatan jalan raya, bekerjasama dengan organisasi non-profit United in Diversity (UID). Salah satu agenda Lalintas, yaitu 'Indonesia: Road to Safety'.

Ini merupakan sebuah bentuk dukungan atas kampanye yang dilakukan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui World Health Organization (WHO), yakni Dekade Aksi Keselamatan Jalan 2011-2020. Tujuan dari kampanye ini adalah untuk mengurangi angka kematian akibat kecelakaan sebanyak 50 persen pada tahun 2020.

Pada saat ini, setiap tahunnya tercatat sekitar 26.000-29.000 jiwa tewas karena kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Jika mengacu pada Program Dekade Aksi Keselamatan Jalan, Indonesia memiliki target untuk mengurangi korban meninggal hingga 14.000-15.000 jiwa pada 2020.

"Oleh karena itu, Lalintas bersama United in Diversity membantu pemerintah mencapai target ini lewat gerakan bersama, 'Indonesia: Road to Safety'. Melalui gerakan ini, kami akan membangun kesadaran untuk mengubah mindset kita bersama dalam berkendara yang aman dan nyaman," jelas Putri.

Indonesia termasuk dalam sepuluh besar negara dunia dengan tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi. Angka ini lebih tinggi daripada kematian yang disebabkan hal lain, misalnya penyakit.

Lima daerah di Indonesia dengan kecelakaan lalu lintas tertinggi adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara. Hingga Februari 2018, penyebab kematian tertinggi untuk usia remaja adalah lakalantas.

Lakalantas disebut-sebut menyebabkan kemiskinan sistemik jika korban adalah tulang punggung keluarga. Kecelakaan lalu lintas berdampak luas pada persoalan ekonomi nasional.

WHO memperkirakan bahwa kerugian negara karena kecelakaan di jalan raya bisa mencapai 3 persen dari total Produk Domestik Bruto. Dalam laporan tahunannya, Badan Pusat Statistik menyatakan bahwa kerugian negara pada tahun 2016 karena kecelakaan di jalan raya adalah hampir mendekati Rp 227 miliar. (mik)