Riset: Kecepatan 'Streaming' di Indonesia Nomor 9 dari Bawah

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 28/09/2018 17:23 WIB
Riset: Kecepatan 'Streaming' di Indonesia Nomor 9 dari Bawah Ilustrasi video streaming. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia menduduki peringkat ke-9 dari 10 negara di dunia dengan tingkat pengalaman menonton video online melalui ponsel terendah. Hal ini diungkapkan oleh OpenSignal melalui risetnya yang dilakukan pada bulan Mei-Agustus 2018.

OpenSignal melakukan penelitian untuk mengukur tingkat pengalaman menonton video online melalui ponsel terhadap 69 negara di dunia. Penelitian ini melibatkan lebih dari delapan juta ponsel yang tersebar di ke-69 negara tersebut.

Negara dengan pengalaman menonton video melalui ponsel terburuk adalah Filipina, yang hanya mencapai skor 34,98 yang dikategorikan sebagai "kurang." Dua negara lain yang juga berada dalam kategori ini adalah Iran dan India yang memeroleh skor masing-masing 38,57 dan 38,62.


Di peringkat keempat, kelima, dan keenam ada negara Pakistan, Kamboja, dan Ekuador dengan skor masing-masing 40,31, 40,66, dan 41,59. Ketiga negara ini berada dalam kategori "cukup."

Masih di kategori yang sama, menyusul di belakangnya adalah Kosta Rika dengan skor 43,76, Peru dengan skor 43, 84, Indonesia dengan skor 45,59, dan Malaysia dengan skor 46,76. Dapat dilihat, dari kesepuluh negara ini, tujuh di antaranya adalah negara-negara Asia, dan tiga lainnya adalah negara-negara di benua Amerika.

Riset: Kecepatan 'Streaming' di Indonesia Nomor 9 dari BawahHasil riset OpenSignal. (Foto: Dok. OpenSignal)

Tiga indikator pengukur kualitas video

Indikator penelitian yang dilakukan OpenSignal berbasis pendekatan Komisi Telekomunikasi Internasional (ITU) untuk mengukur kualitas video. Terdapat tiga indikator pengalaman menonton video online yang baik, yakni waktu tunggu sebelum video mulai bergerak, tersendat atau tidaknya video saat diputar, dan tingkat resolusi gambar.

Uniknya, pengalaman menonton video online melalui ponsel ternyata tidak sepenuhnya bergantung pada kecepatan layanan koneksi internet yang terdapat di masing-masing negara.

Sebagai contoh, dalam penelitannya, OpenSignal mencatat bahwa Korea Selatan merupakan negara yang memiliki kecepatan unduh tercepat di dunia, mencapai angka 45,58Mbps. Namun, pada kategori negara dengan pengalaman menonton video online terbaik melalui ponsel, ia hanya mencapai peringkat ke-16 dengan skor 62,78 yang masuk dalam kategori "baik."

Hal ini menunjukkan bahwa terdapat faktor-faktor lain yang membuat pengalaman menonton video online melalui ponsel menjadi lebih baik. Dua hal di antaranya adalah waktu latensi dan konsistensi layanan koneksi internet di masing-masing negara.

Waktu lateni adalah waktu yang dibutuhkan oleh jaringan untuk merespons permintaan. Dengan kata lain, semakin lama perangkat ponsel direspons oleh server dari video yang hendak diputar, semakin lama pula pengguna harus menunggu video untuk mulai bergerak.

Sedangkan, konsistensi juga menjadi penting karena layanan koneksi internet yang menembus kecepatan 50Mbps pada satu detik tetapi jatuh ke 2Mbps pada detik berikutnya, tentu lebih buruk daripada koneksi internet yang konsisten bertahan pada kecepatan 20Mbps. (RBC/evn)