VIDEO: Beda Frekuensi, Penyebab Rekaman Viral #YannyOrLaurel

Reuters/Artho Viando & , CNN Indonesia | Jumat, 18/05/2018 18:07 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Profesor NYU Mario Svirsky mengatakan tidak ada jawaban yang benar atau salah dalam debat audio yang mengatakan kata-kata "Laurel" atau "Yanny."  File audio itu diposting oleh siswa SMA pada 11 Mei dan sejak itu mengumpulkan hampir 23 juta tampilan di halaman Twitter Cloe Feldman.

Pendengar berpikir pelafalan asli dari kata "Laurel" terdengar seperti "Laurel" atau "Yanny."

Svirsky menunjukkan bahwa frekuensi yang lebih tinggi mungkin membuat orang-orang mendengar "Yanny" dan frekuensi yang lebih rendah mungkin membuat orang mendengar "Laurel". Namun, suara-suara itu dapat berubah untuk orang tua dan muda beberapa kali sehari.

Tergantung pada frekuensi apa yang diambil oleh otak mereka, kata yang mereka harapkan untuk didengar, dan dengan berbagai perangkat yang mereka dengarkan.