Telkomsel Targetkan 50 Persen Pendapatan dari Layanan Digital

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 02/10/2018 02:33 WIB
Telkomsel Targetkan 50 Persen Pendapatan dari Layanan Digital Telkomsel melalui portal gim dan media platform miliknya Dunia Game meluncurkan gim pertamanya yang berjudul ShellFire. (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Telkomsel menargetkan 50 persen dari total pendapatan berasal dari layanan digital pada tahun depan. Saat ini layanan digital sudah menyumbang sekitar 46 persen dari total pendapatan perusahaan.

Manager Media Relation Telkomsel, Singue Kilatmaka mengatakan tahun depan harapannya sudah bisa di atas 50 persen.

"Totalnya itu (saat ini) 46 persen dari total pendapatan dan harapannya adalah udah bisa diatas 50 persen tahun depan. Tahun lalu itu 30-an persen. Kami optimis karena sudah mulai pairing dengan layanan utama," kata Singue di kantor Telkomsel, Jakarta Selatan," ujar Singue, Senin (1/10).
Singue merinci layanan digital tersebut 34 persen disumbang dari segmen gim. Tercatat 60 juta pelanggan Telkomsel bermain mobile games dari ponselnya setiap bulan. Sebagai informasi jumlah pelanggan Telkomsel berjumlah lebih dari 178 juta


Pada tahun 2022, diperkirakan potensi pendapatan industri gim di Indonesia mencapai US$3,75 miliar atau sekitar Rp55,9 triliun. Melihat potensi besar di industri gim, Telkomsel melalui portal gim dan media platform miliknya Dunia Game meluncurkan gim pertamanya yang berjudul ShellFire.

Shellfire adalah mobile game yang bergenre First Person Shooter (FPS) dan Multiplayer Online Battle Arena (MOBA). Gim ini sudah bisa diunduh di Google Play Store dan belum tersedia bagi pengguna iOS (Apple).

Dalam kesempatan yang sama General Manager Games dan Apps Telkomsel, Auliya Ilman Fadli mengatakan hingga akhir tahun, gim ini ditargetkan diunduh sebanyak tiga juta.

Rambah Industri Gim, Telkomsel Ingin Jadi Digital Company

Auliya menjelaskan saat ini Telkomsel masih berperan sebagai publisher. Ke depannya, Telkomsel berambisi juga menjadi developer gim di Indonesia. Kendati demikian Auliya tidak bisa menyebutkan kapan Telkomsel bisa menjadi developer gim.

"Tahun depannya lagi target gim 10 juta. Ada dalam rencana sebagai developer. Kami lihat kondisi dulu tahun depan, karena gim ini berbeda developnya tidak seperti aplikasi, pengembangan gim ini ada seni. Jadi kami lihat dulu kesiapan kami," ujar Auliya.

Auliya mengatakan ambisi menjadi developer sudah berada dalam roadmap Telkomsel. Ambisi menjadi developer ini merupakan salah satu bentuk keseriusan Telkomsel menjadi digital company.

"Telkomsel shifting ke digital company, tidak cukup sebagai hanya sebagai enabler. Salah satunya adalah gim, sekarang fase masih publisher. Kita masih ambil dari developer kemudian kami publish. Ke depannya kami jadi developer. Ini fokus dan keseriusan kami sebagai digital company," tutur Auliya. (jnp/age)