Kepala Pusat Penelitian Geoteknologi LIPI Eko Yulianto menyebut masalah anggaran ini merupakan hal yang utama dalam PRB.
"Permasalahan utama bagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam PRB adalah peningkatan anggaran nasional tidak diikuti dengan anggaran pengurangan risiko bencana di daerah. Pemerintah daerah banyak yang mengalokasikan dana hanya sebesar 0,1 persen dari APBD," ujar Eko di kantor LIPI, Jakarta Selatan, Selasa (2/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minimnya uang untuk PRB, Eko menyarankan seluruh instansi terkait harus bisa ikut serta dalam penanganan PRB.
Eko mengatakan dengan ini BPBD tidak lagi harus mengeluarkan biaya besar untuk melakukan kegiatan besar. Ia mengatakan tidak perlu lagi mengeluh terkait anggaran yang ada.
"Anggap setidaknya mereka ke tempat ibadah tiap hari atau tiap minggu. Kalau kami dapat izin untuk memasang iklan di halaman atau di masjid terkait ajakan untuk menanam pohon misalnya atau buang sampah di tempatnya," ujar Eko.
Eko mengatakan BPBD juga bisa mengajak kerja sama ketika ada acara rakyat yang mengumpulkan ribuan masyarakat. Di situ BPBD bisa melakukan sosialisasi atau menaruh iklan anjuran terkait PRB. (jnp/age)