Harga Suzuki Bandit 150 'Bunuh' GSX-S 150

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 05/10/2018 18:35 WIB
Harga Suzuki Bandit 150 'Bunuh' GSX-S 150 Suzuki GSX150 Bandit. (Dok. Istimewa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengumumkan harga resmi model terbaru, GSX150 Bandit, Rp26 juta (on-the-road Jakarta). Banderol itu setara GSX-S 150 yang sudah ditawarkan duluan di dalam negeri.

GSX150 Bandit hanya dijual satu varian (shutter key). Sedangkan GSX-S 150 tersedia dua varian, versi shutter key Rp26 juta dan keyless Rp26,5 juta.

Saat ini, Bandit dan GSX-S 150 dijual bersamaan di dealer Suzuki. Strategi SIS terbilang unik memasarkan kedua model yang hampir serupa pada segmen yang sama, yaitu di naked sport 150 cc dan bertarung bersama Honda CBR150R Streetfire dan Yamaha V-Ixion.


Beda fundamental antara GSX150 Bandit dan GSX-S 150 terlihat pada desain sasis, jok, dan kepala, spesifikasi selebihnya serupa. GSX-S 150 menggunakan sasis diamond yang persis sama GSX-R 150. GSX150 Bandit juga menggunakan sasis itu, namun terdapat modifikasi di bagian belakang.

Modifikasi itu ditujukan untuk mengakomodasi bentuk jok menyambung. Sementara pada GSX-S 150 jok dirancang terpisah, untuk biker dan 'boncenger'.

Buat membedakan desain ikonis, desain kepala GSX150 Bandit dibuat berbeda dengan GSX-S 150. Bentuk lampu depan GSX150 Bandit punya aura seperti CBR150R Streetfire atau V-Ixion. Perbedaan lain dari lagi GSX150 Bandit dan GSX-S 150 ada pada lampu belakang. Lampu berhenti GSX150 Bandit mirip Satria FU.

Designer 2W Marketing Promotion Assistant Manager SIS, Medimahlibi B.M memaparkan bahwa desain GSX-S 150 lebih ditujukan untuk pengendara yang ingin berkendara solo. Sedangkan GSX150 Bandit dibuat khusus Indonesia yang ternyata dipahami lebih suka berkendara tandem.
Tampak belakang Suzuki GSX150 Bandit.Tampak belakang Suzuki GSX150 Bandit. (Foto: CNN Indonesia/Febri Ardani)
Banyak Dapat Cibiran

Semenjak peluncuran pada Februari 2017, berbagai tanggapan seputar 'desain aneh' GSX-S 150 bermunculan. Salah satu kritikan yang pernah terlempar, "Motor naked kok nungging dan joknya terpisah?".

Berusaha memahami kritikan tersebut, SIS meminta desain baru untuk Indonesia kepada prinsipal di Jepang. Maka lahirlah GSX150 Bandit 'all around' yang artinya bisa digunakan untuk berbagai kondisi dan situasi, termasuk berboncengan dengan nyaman.

Saling Tikam

Suzuki menyadari potensi saling tikam GSX150 Bandit dan GSX-S 150, namun hal itu akan dibiarkan terjadi secara alami.

Yohan Yahya, Kepala Departemen Penjualan dan Pemasaran SIS Roda Dua, menjelaskan, pada saat melakukan riset pada lima tahun yang lalu, perusahaan percaya pada saat ini setiap rumah punya lebih dari satu unit motor untuk memenuhi kebutuhan yang berbeda.

"Pada kenyataannya di Indonesia ini, meski sudah punya motor lainnya, masih butuh motor untuk kebutuhan keluarga. Segmen seperti itu menolak GSX-S 150," ucap Yohan saat pengumuman harga GSX150 Bandit di Jakarta, Jumat (5/10).

Soal saling tikam, Yohan berpendapat saat ini strategi SIS ingin menawarkan lebih banyak pilihan di segmen naked sport 150cc. GSX150 Bandit untuk pasar mainstream dan GSX-S 150 buat pasar khusus yang tidak dimiliki kompetitor.

"Bicara di pasar saling makan, ini kan variannya berbeda. Karena kita yakin, meski umur (konsumen) sama, pilihannya bisa berbeda. Ada yang mau solo atau keluarga," kata Yohan.

Meski diyakini begitu, SIS terlihat lebih condong mendorong penjualan GSX150 Bandit sebab ditargetkan laku 2.000 unit per bulan. Sedangkan GSX-S 150 dipercaya masih bisa laku 200 - 300 unit per bulan. (fea/mik)