Analisis

GSX-S 150, 'Dosa' Suzuki Tak Kenali Kemauan Pasar

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 10/10/2018 12:50 WIB
GSX-S 150, 'Dosa' Suzuki Tak Kenali Kemauan Pasar Suzuki Bandit. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Andai saja benar kejadian GSX-S 150 berhenti dijual di Indonesia karena dilibas saudara sendiri, yaitu GSX150 Bandit, Suzuki sepertinya tidak akan terlalu mempermasalahkan hal itu. Bila hal itu terjadi, jumlah produksi sepeda motor Suzuki tidak berubah, malah jadi bertambah.

Di pabrik Suzuki di Tambun, Bekasi, Jawa Barat, produksi GSX150 Bandit dilakukan berbarengan dengan jalur produksi GSX-S 150 dan GSX-R 150. Bahkan, sebenarnya model produksi lokal lain yang dijual Suzuki, misal Smash dan Address, juga dilakukan di jalur produksi yang sama.

Dinilai dari sisi produksi, investasi untuk produksi GSX150 Bandit tidak besar, sebab sebagian besar desainnya mengadopsi GSX-S 150. Dana yang dikeluarkan 'cuma' untuk membuat komponen baru seperti sasis modifikasi dari GSX-S 150, lampu depan, lampu belakang, dan jok.


Tomohisa Ohashi, Production 2W Department Head Suzuki Indomobil Motor, menjelaskan bahwa saat ini produksi GSX-S 150 sebesar 2.000 unit per bulan. Namun perlu dicatat, produksi itu bukan hanya ditujukan untuk domestik tetapi juga ekspor.

Yohan Yahya, Kepala Departemen Penjualan dan Pemasaran SIS Roda Dua, menyebut rata-rata penjualan GSX-S 150 hanya 200 - 300 unit per bulan. Dari situ bisa dipahami, produksi GSX-S 150 didominasi untuk pasar ekspor.

Ekspor GSX-S 150 dari Indonesia

Menurut Ohsashi, desain bagian belakang nungging dengan jok terpisah GSX-S 150 yang mirip GSX-R 150 disukai di Eropa ataupun Jepang. Di luar negeri dikatakan jika biker paham GSX-S 150 untuk dikendaraai solo alias tidak ada boncengan.

Di Indonesia, sepeda motor seperti ini cukup diterima konsumen, namun ada juga yang menolak. Yohan menjelaskan, konsumen yang orientasinya keluarga jelas menolak GSX-S 150.

GSX150 Bandit hadir khusus Indonesia. Suzuki merancang model ini sebagai sepeda motor sport naked 150cc dengan jok menyambung yang lebih ramah buat boncengan dan aman buat konsumen tipikal keluarga.

Beda dari GSX-S 150, GSX150 Bandit hanya untuk dijual di dalam negeri. Volume produksinya 2.000 unit per bulan, target penjualannya juga dipatok sama.

Indikasi Suzuki ingin menggantikan GSX-S 150 dengan GSX150 Bandit terpantau dari dua hal, yaitu harga keduanya yang sama Rp26 juta dan target penjualan GSX150 Bandit jauh lebih tinggi ketimbang GSX-S 150.

Pertarungan antarsaudara di pasar bakal dibiarkan terjadi secara natural. Namun, bila saja terjadi penjualan GSX150 Bandit sesuai target, itu juga berati produksi Suzuki meningkat.

Bila penjualan GSX-S 150 tergerus habis sampai nol gara-gara GSX150 Bandit, Suzuki masih aman karena tetap memegang pasar ekspor. Ini seperti 'win win solution', sebab Suzuki sudah menemukan formula yang tidak akan menyakiti diri sendiri. Mudah-mudahan. (fea/mik)


BACA JUGA