Keengganan ini disinyalir membuat pengemudi juga sulit menerima pesanan pengguna yang membayar dengan menggunakan Ovo. Pasalnya, dengan menggunakan Ovo, pengguna bisa mendapatkan harga yang lebih murah daripada membayar tunai.
"Tidak ada penolakan khusus Ovo dan promo tidak dibayarkan langsung kepada pengemudinya. Bahkan ada asumsi promo dipotong dari biaya pengemudi. Itu salah semua," kata Ridzki di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Rabu (10/10)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pertama, tidak ada pemotongan, meskipun ada promo dan lain-lain. Kedua, untuk promo dan pembayaran non tunai dibayar langsung ke mitra pengemudinya," ujar Ridzki.
"Ovo itu memiliki kemungkinan yang sama dengan cash. Tidak ada perbedaan secara statistis," kata Ridzki. (jnp/age)