Grab Bakal Kantongi Investasi Rp7,6 Triliun dari Softbank

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 08/10/2018 19:02 WIB
Grab dikabarkan bakal mengantongi investasi dari Softbank senilai US$500 juta (sekitar Rp7,6 triliiun). Grab dikabarkan bakal kembali kantongi suntikan dana segar dari Softbank. (Foto: CNN Indonesia/Agnes Savithri)
Jakarta, CNN Indonesia -- Softbank dikabarkan bakal menyuntikkan dana sebesar US$500 juta (sekitar Rp7,5 triliun) kepada Grab. Sumber terdekat yang tak diungkap identitasnya itu mengungkapkan Softbank saat ini tengah dalam tahap pembicaraan akhir sebelum menyuntikkan dana.

Investasi yang akan kembali digulirkan ini disebut merupakan bagian dari suntikan dana sebesar US$1 miliar.

Sejumlah investor yang dipimpin oleh Softbank sebelumnya juga sudah menyuntikkan dana sebesar US$6 miliar untuk Grab. Sejumlah investor tersebut termasuk di dalamnya Didi Chuxing dan Toyota Motor Corp.


Hingga pendanaan akhir bulan lalu, valuasi Grab telah menyentuh angka US$11 miliar.

Dilaporkan Reuters, Softbank pertama kali memiliki saham di perusahaan transportasi daring asal Singapura tersebut dengan nilai US$$250 juta pada tahun 2014. Softbank kemudian melipatgandakan sahamnya seiring dengan ekspansi bisnis Grab yang kian agresif -- termasuk usai aksi akuisisi terhadap liini bisnis Uber di Asia Tenggara.

Dengan investasi barunya ini, Grab akan mentransformasi bisnisnya bukan lagi sekedar penyedia layanan transportasi tapi ke ranah pemesanan makanan hingga pengiriman barang dan pembayaran nontunai.

"Grab akan merambah sejumlah lini bisnis vertikal untuk mencapai misi menjadi platform yang dominan. Softbank melihat hal tersebut sebagai sebuah misi bisnis jangka panjang untuk memenangkan persaingan pasar," ungkap sumber terdekat.

Sumber yang sama juga mengatakan kedua pihak saat ini tengah dalam tahap finalisasi pendanaan. Kabarnya dalam beberapa pekan kedua pihak akan mengungkap secara resmi kesepakatan investasi terbaru.

Laporan yang dirilis Google-Temasek mencatat layanan transportasi daring di Asia Tenggara diperkirakan akan mencapai nilai US$20,1 miliar pada tahun 2025.

Serangkaian ekspansi bisnis yang dilakukan Grab tak lain demi menjegal satu-satunya pesaing di Asia Tenggara, Gojek. Perusahaan transportasi pesaing Grab asal Indonesia tersebut baru-baru ini melakukan ekspansi bisnis pertamanya ke Vietnam. (evn)