Investasi yang akan kembali digulirkan ini disebut merupakan bagian dari suntikan dana sebesar US$1 miliar.
Sejumlah investor yang dipimpin oleh Softbank sebelumnya juga sudah menyuntikkan dana sebesar US$6 miliar untuk Grab. Sejumlah investor tersebut termasuk di dalamnya Didi Chuxing dan Toyota Motor Corp.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilaporkan Reuters, Softbank pertama kali memiliki saham di perusahaan transportasi daring asal Singapura tersebut dengan nilai US$$250 juta pada tahun 2014. Softbank kemudian melipatgandakan sahamnya seiring dengan ekspansi bisnis Grab yang kian agresif -- termasuk usai aksi akuisisi terhadap liini bisnis Uber di Asia Tenggara.
"Grab akan merambah sejumlah lini bisnis vertikal untuk mencapai misi menjadi platform yang dominan. Softbank melihat hal tersebut sebagai sebuah misi bisnis jangka panjang untuk memenangkan persaingan pasar," ungkap sumber terdekat.
Laporan yang dirilis Google-Temasek mencatat layanan transportasi daring di Asia Tenggara diperkirakan akan mencapai nilai US$20,1 miliar pada tahun 2025.
Serangkaian ekspansi bisnis yang dilakukan Grab tak lain demi menjegal satu-satunya pesaing di Asia Tenggara, Gojek. Perusahaan transportasi pesaing Grab asal Indonesia tersebut baru-baru ini melakukan ekspansi bisnis pertamanya ke Vietnam. (evn)