Peneliti: 'Hujan Kaca' Menghunjam Jakarta Jika Gempa

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 12/10/2018 16:00 WIB
Peneliti: 'Hujan Kaca' Menghunjam Jakarta Jika Gempa Ilustrasi gedung pencakar langit di Jakarta. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Peneliti geografi dan tata ruang Badan Informasi Geospasial (BIG) Yosef Prihanto memprediksi akan terjadi hujan kaca apabila terjadi gempa bumi di Jakarta. Prediksi Yosef ini berdasarkan banyak gedung-gedung pencakar langit yang memiliki banyak kaca.

Yosef mengatakan ketika gempa, kaca akan pecah dan serpihannya akan menghujani orang-orang yang berada di bawahnya. Tentu hujan kaca ini akan memakan korban luka hingga jiwa.

"Pernahkah terpikir kaca gedung pencakar langit di Jakarta bisa pecah dan jatuh sebagai hujan kaca ketika terjadi gempa bumi," tutur Yosef di bilangan Senopati, Jakarta Selatan, Kamis (11/10).



Yosef kemudian mengingatkan sesungguhnya ada potensi gempa di Jakarta.  Pasalnya ada sesar aktif yang membentang sekitar 25 kilometer di selatan Jakarta. Sesar ini adalah kepanjangan dari sesar Baribis.

"Saya mengingatkan ada patahan di selatan Jakarta. Itu potensial gempa, lalu orang lupa atas potensi ini. Kita harus ingat ada potensi gempa  dari patahan di selatan Jakarta," tutur Yosef.

Ucapan Yosef tersebut mengacu pada jurnal geodesi yang disusun peneliti Australia Achraff Koulali pada 2016. Koulali menemukan adanya sesar Baribis yang melintang di selatan Jakarta. Selama ini sesar Baribis dianggap hanya membentang dari Cilacap, Jawa Tengah hingga Subang, Jawa Barat. 

Dalam temuannya, sesar Baribis ini melintang  dari Purwakarta, Cibatu (Bekasi), Tangerang dan Rangkasbitung. Sesar ini  ternyata melewati beberapa kecamatan di Jakarta seperti Pasar Rebo, Ciracas, Jagakarsa, dan Cipayung.

Dalam jurnal Koulali menyebutkan peneliti Ngoc Nguyen menemukan adanya gempa besar di Jakarta yang disebabkan oleh Sesar Baribis pada tahun 1780 dan 1834. 

Pada tahun 1780, gempa tercatat berkekuatan 8,5 skala Richter (SR). Sedangkan pada tahun 1834 gempa berkekuatan 7-7,7 SR kembali mengguncang Jakarta.  Gempa pada tahun 1780 disebut sebagai gempa terkuat yang pernah menggungcang daerah Jawa Barat. (jnp/evn)