Belum Ada Solusi Brio Satya Ikut LCGC Jilid 2

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 18/10/2018 17:49 WIB
Belum Ada Solusi Brio Satya Ikut LCGC Jilid 2 Honda Brio generasi kedua. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Honda Prospect Motor (HPM) belum mau terburu-buru menanggapi rencana pemerintah melanjutkan program Low Cost Green Car (LCGC) ke jilid dua. Sebelumnya salah satu rincian LCGC jilid dua telah diketahui lewat upaya harominsasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang diungkap Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Dalam aturan LCGC saat ini, konsumsi bahan bakar produk ditetapkan 20 km per liter agar bisa mendapat PPnBM nol persen. HPM menjelaskan produk LCGC generasi kedua Brio Satya yang meluncur Agustus lalu masih mengacu pada aturan tersebut.

Sementara rumusan baru dalam skema harmonisasi PPnBM terpantau untuk LCGC jilid dua produk wajib mendapatkan konsumsi bahan bakar 23 km per liter atau setara dengan emisi gas buang CO2 100g per km.


Menurut Tsutomu Harano, Large Project Leader All New Honda Brio, Honda RnD Asia Pacific, harmonisasi PPnBM itu belum final dan pada kenyataannya memang seperti itu.

"Kalau peraturan belum resmi, kami belum pikirkan solusi efektif. Jadi kalau sudah resmi baru kami pikirkan," kata Harano di Bali, Rabu (17/10).

Harano menjelaskan sebagai salah satu pemain LCGC, Honda pasti bakal menyesuaikan keinginan pemerintah jika sampai mengubah aturan main LCGC.

"Nah untuk perubahan aturan, pastinya bakal ada pembicaraan dengan Gaikindo serta produsen mobil lain. Kalau sudah ditetapkan resmi, Brio pasti lakukan banyak hal agar bisa mematuhi peraturan tersebut," ucap Harano.

Mesin Sama Walau Brio Membengkak

Brio diketahui telah mengalami penyegaran fisik dan membuat mobil itu tampil lebih 'gemuk' dari generasi sebelumnya. Hanya saja, meski dimensi sudah mekar, Brio generasi kedua tetap menggunakan mesin yang sama tanpa ada ubahan tenaga.

Varian Brio RS atau Brio Satya saat ini menggunakan mesin bensin versi facelift 2016, yakni 1.200 cc i-VTEC empat silinder. Mesin ini menghasilkan daya 88,7 tenaga kuda pada rpm 6.000 dan torsi 110 Nm pada rpm 4.800.

Kata Harano mesin memang masih sama, namun pihaknya telah melakukan berbagai ubahan di dalamnya. Bahkan, ia menyebut setiap tahun ada revisi pada mesin Honda Brio.

"Jadi, biar mesin lama, tapi itu baru. Saya tidak bisa menjelaskan satu persatu mana saja yang diperbarui. Tapi misalnya untuk mempertahankan konsumsi bahan bakarnya tetap irit biarpun mobilnya membesar, mesin itu selalu diperbarui," kata Harano. (ryh/fea)