Tips Otomotif Akhir Pekan

Cermat Memilih Kaca Film 'Security' untuk Mobil

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 21/10/2018 23:49 WIB
Cermat Memilih Kaca Film 'Security' untuk Mobil Jenis kaca film safety atau sekuriti berbeda dari kaca film biasanya. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kaca film bukan hanya bisa digunakan untuk menangkal panas masuk ke kabin mobil atau dekorasi. Alat pelapis kaca itu juga bisa dimanfaatkan untuk menghalangi tindak kejahatan.

Jenis yang digunakan, seperti sering diistilahkan pebisnis, yaitu kaca film safety atau security (keamanan). Kaca film jenis ini berbeda dari kaca film biasanya.

Menurut penjelasan Christopher Sebastian, CEO Makko Group, kaca film sekuriti berfungsi untuk mencegah kaca pecah berserakan ketika mengalami tumbukan dari luar mobil.


Sementara itu, pelaku bisnis dealer kaca film merek 3M di Jakarta Barat, Andre Susanto, mengatakan bahwa kaca film sekuriti membuat kaca mobil menjadi lebih kuat namun lentur. Kaca film jenis sekuriti disebut pernah viral saat banyak kejadian kejahatan kelompok kapak merah.

"Jadi kalau dipukul kacanya sedikit lebih lentur. Pakai kaca film sekuriti mungkin bisa 10-15 kali lalu pecah," ujar Andre, Kamis (18/10).

Christoper memaparkan, kaca film sekuriti berwarna jernih dan digunakan sebagai lapisan dasar. Jadi, bila pemilik mobil ingin menambahkan kaca film penolak panas atau dekoratif diletakkan di atasnya.

Kaca film sekuriti dijelaskan punya spesifikasi sendiri dan seharusnya dipasang terpisah dengan jenis lain. Bila ada produk yang didesain punya campur antara sekuriti dan lainnya, Chrsitopher menjelaskan kemampuannya sekuritinya tidak maksimal.

Kaca film sekuriti punya banyak pilihan ketebalan, yakni 4 mm, 7 mm, 8 mm, 11 mm, dan paling tebal 12 mm. Perlu diingat, semakin tebal pilihan berarti akan semakin sulit pemasangannya.

Penggunaan pada mobil disarankan memakai 4 mm untuk kaca depan dan belakang serta 7 mm buat kaca samping.

"Di kaca depan dan belakang itu ada lengkungannya, jadi otomatis kaca film sekuriti harus melalui proses pemanasan. Kalau terlalu tebal, jadi harus ditekuk, agak sulit. Meski dilakukan yang sudah berpengalaman," ucap Christoper.

Untuk kaca samping, ketebalan 7 mm dirasa cocok sebab desain kaca jendela pada umumnya rata. Pilihan itu juga dipandang sesuai mengingat ada fungsi power window.

"Kalau lebih dari itu bakal membuat proses kerja power window jadi berat, nanti bisa terbakar mesinnya. Selain itu juga, di sela karet pintu itu kan sempit, kalau terlalu tebal nanti akan gores," urai Christoper.

Dia menyebut pemasangan kaca film ini bisa menghabiskan dana sampai Rp3 juta untuk jenis sedan merek Eropa.

(fea/mik)