Peluncuran pesawat ini dilakukan dari Guyana-Perancis dengan didampingi roket Arianespace Ariane 5 ECA.
Dilansir dari Space.com, Misi BepiColombo akan menghabiskan tujuh tahun berlayar menuju targetnya. Pesawat ini akan terpisah menjadi dua pesawat ruang angkasa dan mengorbit Mercury selama satu tahun atau dua, jika misi diperpanjang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mari kita pergi bersama ke Mercury. Ayo, Bepi, pergi!"
Lihat juga:NASA Susun Konsep Kirim Manusia ke Venus |
BepiColombo memiliki beberapa tugas yang harus diatasi, meskipun itu membuat perjalanan panjang ke Mercury. Saat berjalan, satu instrumen di atas kapal akan membuat pengukuran yang paling tepat hingga saat orbit Merkurius dan Bumi mengelilingi matahari.
Para ilmuwan dapat menggunakan pengukuran ini untuk mengejar salah satu hobi favorit mereka yakni mencoba menemukan segala kekurangan dalam teori relativitas umum Einstein.
Lalu akhirnya, pada Desember 2025, BepiColombo akan dibagi menjadi dua komponennya, Mercury Planetary Orbiter yang dibangun oleh European Space Agency dan Mercury Magnetospheric Orbiter yang dibangun oleh Japan Aerospace Exploration Agency.
Pesawat-pesawat angkasa itu akan menjadi yang pertama untuk mempelajari Merkurius karena satu-satunya pengorbit sebelumnya, MESSENGER NASA, mengakhiri misinya pada tahun 2015 setelah empat tahun di planet kecil.
Dua pesawat ruang angkasa BepiColombo akan bekerja bersama selama satu tahun untuk mempelajari setiap aspek Merkurius, mulai dari kedalaman intinya hingga atmosfer halus yang mengelilingi planet ini. (age)