Pesawat Antariksa Eropa-Jepang Telah Mengorbit ke Merkurius

Tim, CNN Indonesia | Senin, 22/10/2018 09:22 WIB
Pesawat Antariksa Eropa-Jepang Telah Mengorbit ke Merkurius Kawah yang berada di permukaan planet Merkurius memungkinkan es bertahan dan membeku di sana. (Dok. NASA/Carnegie/JHUAPL)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesawat luar angkasa BepiColombo milik Eropa dan Jepang telah mengorbit. Misi pesawat ini akan bergerak selama tujuh ke Planet Merkurius.

Peluncuran pesawat ini dilakukan dari Guyana-Perancis dengan didampingi roket Arianespace Ariane 5 ECA.

Dilansir dari Space.com, Misi BepiColombo akan menghabiskan tujuh tahun berlayar menuju targetnya. Pesawat ini akan terpisah menjadi dua pesawat ruang angkasa dan mengorbit Mercury selama satu tahun atau dua, jika misi diperpanjang.
Pengukuran yang dilakukan di sana tidak hanya bisa menyelesaikan misteri yang tersisa tentang planet terdalam, tetapi juga tentang pembentukan tata surya kita dan yang berdekatan. Seluruh misi itu membebani European Space Agency (ESA) dan Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) hampir US$2 miliar, menurut laporan pers.


"Ini hari yang sangat menyenangkan," kata Direktur Jenderal ESA Jan Woerner setelah peluncuran.

"Mari kita pergi bersama ke Mercury. Ayo, Bepi, pergi!"

Roket Arianespace Ariane 5 ECA yang membawa pesawat luar angkasa yang dipasangkan diluncurkan dari Kourou, Guyana Prancis. Sekitar 26 menit kemudian, pesawat luar angkasa dikerahkan, melakukan kontak dengan kontrol misi sekitar 40 menit setelah peluncuran, sesuai jadwal.
Sekarang, para ilmuwan harus menunggu tujuh tahun yang panjang sebelum dua pesawat ruang angkasa mencapai Merkurius dan terpisah untuk memulai pengamatan planet kecil yang aneh pada bulan Desember 2025.

BepiColombo memiliki beberapa tugas yang harus diatasi, meskipun itu membuat perjalanan panjang ke Mercury. Saat berjalan, satu instrumen di atas kapal akan membuat pengukuran yang paling tepat hingga saat orbit Merkurius dan Bumi mengelilingi matahari.

Para ilmuwan dapat menggunakan pengukuran ini untuk mengejar salah satu hobi favorit mereka yakni mencoba menemukan segala kekurangan dalam teori relativitas umum Einstein.
Jadi, di sepanjang jalan, para ilmuwan akan menggunakan flybys sebagai peluang untuk menguji banyak instrumen di kapal dan berpotensi mempelajari sesuatu yang baru tentang planet tetangga saat pesawat ruang angkasa berjalan.

Lalu akhirnya, pada Desember 2025, BepiColombo akan dibagi menjadi dua komponennya, Mercury Planetary Orbiter yang dibangun oleh European Space Agency dan Mercury Magnetospheric Orbiter yang dibangun oleh Japan Aerospace Exploration Agency.

Pesawat-pesawat angkasa itu akan menjadi yang pertama untuk mempelajari Merkurius karena satu-satunya pengorbit sebelumnya, MESSENGER NASA, mengakhiri misinya pada tahun 2015 setelah empat tahun di planet kecil.

Dua pesawat ruang angkasa BepiColombo akan bekerja bersama selama satu tahun untuk mempelajari setiap aspek Merkurius, mulai dari kedalaman intinya hingga atmosfer halus yang mengelilingi planet ini. (age/age)