Kedua lembaga sepakat untuk menumbuhkan industri antariksa terutama di bidang operasional, sains, observasi Bumi, sistem navigasi, dan komunikasi.
Sebagai bagian dari kesepakatan, University of New South Wales, Canberra Space, dan NES sudah bekerja sama untuk pengembangan fasilitas desain (Australian National Concurrent Design Facility/ ANCDF). Fasilitas ini ditargetkan bisa mempercepat kemampuan Australia mengadopsi teknologi antariksa dan mendukung misi di masa depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kerja sama strategi antara lembaga antariksa Austraia dan Prancis dapat membantu universitas, institusi penelitian, pelaku bisnis, dan komunitas untuk bekerja sama lintasbidang," terang Andrews.
Sebagai bukti keseriusan mewujudkan misi tersebut, pemerintah mulai menggelontorkan dana sebesar 15 juta dolar Australia pada Mei lalu. Kerja sama dengan pemerintah Prancis disebut jadi bukti keseriusan untuk menggarap industri keantariksaan.
"Tujuan utama lembaga ini adalah untuk menumbuhkan industri antariksa Australia, dan untuk melakukan hal itu kita perlu bekerja sama secara internasional, melakukan koordinasi secara nasional," imbuh Andrews seperti dikutip ZDNet.
Pemerintah menargetkan dalam kurun waktu enam bulan, lembaga ini bisa mulai menjalin kerja sama dengan lembaga serupa dari negara lain.
Kehadiran lembaga antariksa ini ditargetkan juga bisa menyerap 10 ribu hingga 20 ribu lapangan pekerjaan hingga 2030 nanti. (evn)