Australia dan Prancis Kerja Sama Dorong Industri Antariksa

RBC, CNN Indonesia | Senin, 03/09/2018 17:29 WIB
Australia dan Prancis Kerja Sama Dorong Industri Antariksa Ilustrasi. (Foto: Screenshot via Google Maps Street View)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga antariksa Australia dan Prancis (CNES) sepakat menjalin kerja sama untuk mengembangkan kapabilitas di bidang antariksa.

Kedua lembaga sepakat untuk menumbuhkan industri antariksa terutama di bidang operasional, sains, observasi Bumi, sistem navigasi, dan komunikasi.

Sebagai bagian dari kesepakatan, University of New South Wales, Canberra Space, dan NES sudah bekerja sama untuk pengembangan fasilitas desain (Australian National Concurrent Design Facility/ ANCDF). Fasilitas ini ditargetkan bisa mempercepat kemampuan Australia mengadopsi teknologi antariksa dan mendukung misi di masa depan.


Menteri Perindustrian, Sains, dan Teknologi Karen Andrews mengatakan fasilitas ini diharapkan bisa mempercepat upaya Australia untuk mengadopsi teknologi antariksa dan mendukung misi bersama Prancis.

"Kerja sama strategi antara lembaga antariksa Austraia dan Prancis dapat membantu universitas, institusi penelitian, pelaku bisnis, dan komunitas untuk bekerja sama lintasbidang," terang Andrews.

Pemerintah Australia sebelumnya telah mengalokasikan dana sebesar 41 juta dolar Australia pada 2018-2019 untuk secara serius mengembangkan lembaga antariksa.

Sebagai bukti keseriusan mewujudkan misi tersebut, pemerintah mulai menggelontorkan dana sebesar 15 juta dolar Australia pada Mei lalu. Kerja sama dengan pemerintah Prancis disebut jadi bukti keseriusan untuk menggarap industri keantariksaan.

Sementara Lembaga Antariksa Australia sendiri baru mulai beroperasi pada 1 Juli 2018 lalu.

"Tujuan utama lembaga ini adalah untuk menumbuhkan industri antariksa Australia, dan untuk melakukan hal itu kita perlu bekerja sama secara internasional, melakukan koordinasi secara nasional," imbuh Andrews seperti dikutip ZDNet.

Pemerintah menargetkan dalam kurun waktu enam bulan, lembaga ini bisa mulai menjalin kerja sama dengan lembaga serupa dari negara lain.

Kehadiran lembaga antariksa ini ditargetkan juga bisa menyerap 10 ribu hingga 20 ribu lapangan pekerjaan hingga 2030 nanti. (evn)