Baju Ruang Angkasa Neil Armstrong ke Bulan Mulai Terkoyak

RBC, CNN Indonesia | Jumat, 31/08/2018 07:15 WIB
Baju Ruang Angkasa Neil Armstrong ke Bulan Mulai Terkoyak Ilustrasi baju luar angkasa. (REUTERS/Roscosmos/Handout via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Baju ruang angkasa yang dikenakan oleh Neil Armstrong dalam perjalanan antariksanya ke bulan dikabarkan sudah rapuh dan mulai terkoyak. Umur baju luar angkasa itu memang tak muda lagi, sudah berusia sekitar 50 tahun.

Setelah dikenakan oleh Armstrong, pakaian tersebut dipamerkan di museum National Air and Space di Washington D.C., Amerika Serikat.

Lantaran dipajang, hal ini mempercepat pelapukan. Namun, sejak 12 tahun yang lalu, para penjaga tidak lagi menjadikan baju itu sebagai pajangan. Sehingga sedikit memperlambat proses kerusakannya.


Pakaian itu terbuat dari 21 lapis bahan plastik yang beragam, termasuk nilon dan teflon. Namun, salah satu bahan yang menjadi penyebab terbesar dari kerusakan pakaian tersebut adalah sebuah bahan plastik bernama neoprene.

Seiring dengan berjalannya waktu, neoprene mengeras dan menjadi rapuh. Dulu, bahan ini juga pernah dipakai untuk membuat pakaian-pakaian selam.

Museum Smithsonian belum merespons pertanyaan Cnet terkait apa saja upaya yang dilakukan oleh para konservator untuk mencegah kerusakan pakaian ruang angkasa bersejarah milik Armstrong.

Jika dibandingkan dengan bahan-bahan lain seperti logam, batu, keramik, dan kertas, plastik merupakan bahan yang tak dapat bertahan lama. Kabar buruknya, bukan hanya pakaian ruang angkasa milik Armstrong saja yang dikabarkan mulai rusak.

Sebagai contoh, dikutip dari New York Times, sebuah karya seni bertajuk "False Food Selection" karya Claes Oldernburg yang menjadi koleksi di Harvard Art Museums di Massachusetts juga sudah tak lagi berada dalam kondisi baik.

Pada karya tersebut, replika buah-buahan yang terbuat dari plastik terlihat seperti buah yang mulai membusuk. (eks/eks)