Mitra Grab 'Menginap' di Kantor Demi Temui Manajemen

CNN Indonesia | Senin, 29/10/2018 21:48 WIB
Mitra Grab 'Menginap' di Kantor Demi Temui Manajemen Pedemo dari mitra pengemudi Grab berencana untuk menginap di Gedung Lippo Kuningan, Jakarta Selatan demi bertemu dengan manajemen. (Foto: REUTERS/Edgar Su)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pedemo dari mitra pengemudi Grab berencana untuk menginap di Gedung Lippo Kuningan, Jakarta Selatan demi bertemu dengan Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Indra Jafar mengatakan pedemo berniat untuk menginap, namun konteksnya bukan lagi demo tapi menunggu hasil pertemuan perwakilan pengemudi dengan pihak Grab.

Pasalnya ada mitra pengemudi yang tergabung dalam komunitas di Bandung, Jawa Barat sehingga tak memungkinkan untuk kembali dahulu. Indra mengatakan kemungkinan pihak Grab akan menemui mitranya pada besok sore.



"Mereka Ingin menunggu hasil pertemuan dengan Managing Director-nya langsung. Mereka ada yang dari Bandung, daripada bolak-balik. Tapi konteksnya bukan lagi unjuk rasa," katanya, Senin (29/10).

Indra juga berharap para pedemo mau pindah ke belakang kantor KPK alih alih bermalam di Gedung Lippo. Pasalnya jalan Rasuna Said yang berada di depan Gedung Lippo Kuningan merupakan jalur protokol sehingga bakal menimbulkan kemacetan.

"Ya saya berharap tidak di sini karena di sini jalur protokol. Saya berharap semuanya dipindahkan ke belakang gedung KPK," katanya.

Mengganggu Lalu-Lintas

Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com, para pedemo memang tidak lagi melakukan orasi atau merapatkan barisan. Namun, kendaraan pendemo yang terparkir di jalur lambat Jalan Rasuna Said dan Jalan Perbanas, mengganggu arus lalu lintas.

Oleh karena itu, Indra mengatakan akam berusaha bernegosiasi agar pendemo tidak bermalam di Gedung Lippo Kuningan.


"Karena mereka ada berasal Bandung. Mereka berkumpul dan menginap karena mereka dari jauh. Tapi kami akan negosiasi lebih lanjut untuk dipindahkan," ujar Indra.

Salah satu koordinator lapangan pedemo Edo mengatakan pendemo berniat bermalam agar menunggu hasil pertemuan.

"Ya kami maunya di sini saja. Tapi ada isu kalau mau dibubarkan paksa," kata Edo. (asa)