Mantan CEO Audi Dibebaskan setelah Dipenjara 4 Bulan

AFP, CNN Indonesia | Rabu, 31/10/2018 08:58 WIB
Mantan CEO Audi Dibebaskan setelah Dipenjara 4 Bulan Logo Audi. (Foto: REUTERS/Michael Dalder)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jerman pada Selasa (23/10), membebaskan mantan CEO Audi Rupert Stadler setelah berbulan-bulan dalam tahanan atas kasus dieselgate yang menyeret nama besar Volkswagen Group. Rupert dibebaskan karena ternyata penyidik tidak memperoleh cukup bukti untuk menuntutnya.

Pengadilan negara bagian Munich mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya memiliki kewenangan untuk melepas Rupert yang ditahan sejak 18 Juni 2018. Ia ditangkap di rumahnya di Ingolstadt, Jerman.

Saat itu, Otoritas Jerman menjelaskan Rupert Stadler harus segera diserahkan ke rumah tahanan untuk memperlancar proses penyidikan manipulasi perangkat lunak pada mobil-mobil Audi.


Kendati dilepas, namun Otoritas Jerman masih menaruh curiga terhadapnya dan percaya "masih ada yang ia tutup-tutupi yang menjadi alasan mengapa ia telah dipenjara," kata pengadilan kepada AFP dikutip CNNIndonesia.com, Rabu (24/10).

Belum ada keterangan resmi dari pihak Audi terkait pelepasan Rupert dari tahanan. Rupert sendiri kini tak lagi dalam struktur organisasi Audi AG setelah Volkswagen memecatnya sekitar tiga minggu lalu.

Kasus dieselgate harus menyeret 11 juta mobil-mobil VW dan Audi di dunia. Kasus ini berujung sanksi administrasi berupa denda untuk Volkswagen AG sebesar US$1,2 miliar atau setara Rp16,7 triliun karena terbukti memasang peranti lunak untuk mengelabui hasil uji emisi mobil-mobil mereka.

Skandal dieselgate bermula pada 18 September 2015 Agen Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) melaporkan bahwa VW menyematkan perangkat ilegal pada ratusan ribu mesin 2.000 cc yang dijual di Amerika Serikat sejak 2009. Perangkat dipasang pada VW, Porsche, Audi, Seat dan Skoda.

Perangkat disebut dapat membantu mobil memenuhi standar emisi gas buang saat dilakukan uji coba emisi. Padahal kenyataannya, gas buang mereka tak lolos uji emisi.

Empat hari kemudian perusahaan mengakui bahwa sebanyak 11 juta mesin diesel tersebar di seluruh dunia, termasuk 8,5 juta di Eropa, dan 600 ribu di AS sudah dipasang perangkat penipu tersebut.

Hasil investigasi menemukan bahwa sebagian mobil memuntahkan nitrogen oksida yang 40 kali lebih berbahaya dari yang diizinkan. Gas buang dapat memicu penyakit pernapasan dan kardiovaskular.

Pada Mei lalu, Jerman memerintahkan Porsche untuk menarik sebanyak 60 ribu kendaraan di seluruh Eropa setelah mereka ketahuan memasang peranti 'jahat' itu. Sebulan kemudian, Audi melakukan langkah serupa. (mik)