Pada tahun lalu, produksi motor di dalam negeri 6 juta unit. Itu berarti target ekspor motor pada tahun ini setidaknya 600.000 unit.
Airlangga sempat menagih target itu di hadapan Ketua AISI Johannes Loman saat berpidato di seremoni pembukaan Indonesia Motorcycle Show (IMOS) pada Rabu (31/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memungkinkan, tahun depan kita akan ke sana. Tahun ini mungkin masih kurang ya. Tahun ini kira-kira ekspor akan 530.000 unit, sedangkan total domestiknya 6,2 juta unit - 6,3 juta unit," ucap Loman.
Lihat juga:Bahan Bakar Jadi Kendala Euro 4 untuk Motor |
Indonesia dikatakan kompetitif pada produk skuter, buat mengembangkan pasar ekspor berarti harus dicari negara-negara yang bisa menerima. Loman mengatakan kalau di luar negeri membutuhkan model sport segmen bawah, Indonesia tidak bisa kompetitif.
"Masing-masing negara itu berbeda tipe-tipenya. Contoh kalau kayak India itu yang paling laku adalah sport murah, sport yang bawah. Kalau di Indonesia itu skuter. Kalau di China mungkin bebek," ucap Loman.
(fea/mik)