Jajal Motor Listrik Gesits, Jokowi Ngebet Beli 100 Unit

CNN Indonesia | Rabu, 07/11/2018 12:03 WIB
Jajal Motor Listrik Gesits, Jokowi Ngebet Beli 100 Unit Presiden Jokowi jajal motor lstrik Gesits di Istana Merdeka, Rabu (7/11) pagi. (Foto: CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo menjajal sepeda motor listrik Gesits, hasil kerja sama Garansindo dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Uji dilakukan usai bertemu dengan seluruh pihak terkait didampingi Menristekdikti M. Nasir di Istana Merdeka.

Delapan motor listrik Gesits berwarna merah, hitam, dan putih terparkir rapi di samping Istana Merdeka. Jokowi melihat langsung bentuk motor listrik itu, mulai dari bodi, jok, tempat baterai, dan mengecek lampu motor.

Setelah itu, ia bergerak ke arah motor merah yang terletak paling depan dan mulai bersiap menguji coba langsung dengan mengenakan helm buatan Gesits.


Motor sempat melonjak sesaat Jokowi hendak mengendarainya. Motor memang bukan kendaraan baru bagi Presiden. Ia beberapa kali kunjungan kerja mengendarai kendaraan roda dua itu tapi motor gede, bukan listrik atau skutik.

Setelah itu, Jokowi baru mulai mengendarai motor listrik perlahan dari Istana Merdeka menuju Istana Negara dan kembali lagi ke Istana Merdeka atau sekitar 400 meter. Uji coba dilakukan sendiri tanpa didampingi Paspampres.

"Bagus ini bagus," respons pertama Jokowi setelah menguji motor listrik itu, Rabu (7/11) pagi.
Motor listrik Gesits siap diproduksi massal di Indonesia.Motor listrik Gesits siap diproduksi massal di Indonesia. (Foto: CNN Indonesia/Christie Stefanie)
Namun, Presiden tak bisa menutupi perbedaan yang dirasakan ketika mengendarai motor listrik dan motor gede. Salah satunya suara. Saat dikendarai, motor yang sudah diuji jalan dari Jakarta hingga Bali ini memang minim mengeluarkan suara.

"Tadi saya coba karena enggak ada suara knalpotnya. Saya senang yang greng greng greng (suara knalpot) tadi enggak ada. Jadi agak bingung menyesuaikan enggak ada knalpotnya, enggak ada suara greng-grengnya halus sekali dan sangat ramah lingkungan," tutur mantan Wali Kota Solo ini sambil tertawa.

Setelah itu, ia juga memamerkan spidometer motor listrik tak seperti motor biasanya. Gesits menggunakan ponsel pintar sebagai spidometernya. Pengisian daya baterainya hanya memerlukan tiga jam. Waktu itu, kata Jokowi, lebih singkat dari motor listrik yang dilihat di Indonesia Motorcycle Show 2018.

Pemerintah menyambut baik produksi massal motor ini. Dalam setahun, Gesits disiapkan untuk diproduksi 5.000 per bulan atau 60.000 per tahun untuk pasar lokal.

"Langsung produksi. Pemerintah back up dalam artian urusan uji-uji itu biar cepat, izin-izin cepat," tutur mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Ia mengatakan jajarannya tak akan menerbitkan kebijakan baru terkait produksi dan pemasaran motor listrik.

"Enggak usah payung-payungan. Nambahin urusan aja senangnya payung-payungan. Asal kompetitif barangnya bagus konsumen pasti serbu. Hukum bisnis ya gitu," tuturnya.

Jokowi bahkan mengatakan bakal menjadi orang pertama yang membeli motor ini setelah resmi diproduksi massal dan dilepas ke pasar.

"Ini kalau sudah diproduksi saya pembeli pertama. Saya akan beli 100 (unit). Serius gimana. Warna-warni," ucap Jokowi.

"Kalau pasar menyambut, saya kira ini bisa dibesarkan. Ini brand dan principle 100 persen Indonesia," tutup Presiden menegaskan.

Gesits akan diproduksi massal di pabrik perakitan yang berada di kawasan industri Wijaya Karya di Cileungsi, Bogor, Jawa Barat. (chri/mik)