Keterangan Polisi soal Fortuner Hangus Terbakar di Sumsel

CNN Indonesia | Rabu, 14/11/2018 16:46 WIB
Keterangan Polisi soal Fortuner Hangus Terbakar di Sumsel Toyota Fortuner putih bernopol BG 1797 TE hangus terbakar. (Foto: dok. Satreskrim Polres Ogan Ilir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satu unit mobil Toyota Fortuner putih bernopol BG 1797 TE hangus terbakar di depan jalan akses masuk PT Gembala Sriwijaya KM 35 Indralaya-Kayuagung, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, Kamis (8/11).

Berdasarkan penyelidikan sementara kepolisian, tidak ada sabotase dalam kejadian tersebut.

Informasi dihimpun, peristiwa berawal saat mobil yang dikendarai Jumahar alias Siwil (51) warga Desa Tanjung Pering, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, melewati jalan rusak di lokasi kejadian. Pengemudi disebut terus menekan pedal gas tanpa sadar ban belakang bagian kiri menyangkut di tiang portal yang terbuat dari besi.


"Berdasarkan keterangan saksi mata, pengemudi ini terus maksa ngegas karena dia tidak tahu bannya nyangkut di tiang besi itu. Diduga terjadi gesekan dan muncul percikan api dari ban yang langsung menyambar seluruh badan mobil," ujar Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir Ajun Komisaris Malik Fahrin saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (14/11).

Berdasarkan keterangan korban yang diperiksa sebagai saksi, mobil dalam keadaan normal tanpa ada kerusakan saat mulai dinyalakan. Selain itu juga tidak ada modifikasi pada mobil tersebut.

"Diduga ada korsleting pada kabel pengapian. Saat kejadian polisi langsung datang ke lokasi. Pengemudi bisa diselamatkan tanpa luka. Namun karena pemadam kebakaran datang satu jam setelah mobil terbakar, jadi mobilnya habis terbakar," ungkap dia.

Executive General Manager TAM Fransiscus Soerjopranoto belum bisa dihubungi terkait kebakaran Fortuner tersebut.

Tanggapan didapat dari Head Dealer Technical Support PT Toyota-Astra Motor (TAM) Didi Ahadi yang mengaku belum mengetahui kabar Fortuner terjebak hingga mengalami kebakaran.

Selain itu tidak bisa menarik kesimpulan mengenai penyebab dari kebakaran kendaraan keluarga berjenis SUV itu. Sebab, menurut dia hingga sekarang tak ada permintaan investigasi kepada TAM terkait kebakaran tersebut.

"Setelah investigasi baru bisa disimpulkan bahwa ini faktor eksternal atau internal. Tapi sampai sekarang belum ada permintaan (investigasi) kepada Toyota," ucap Didi. (idz/mik)