"Kami sudah tidak impor lagi, tapi yang jelas sih intinya sudah tidak masuk dalam portofolio kami," kata Yuniadi Haksono Hartono Director Communications & External Affairs GM Indonesia, di Bogor, Jawa Barat, Kamis (15/11).
Menurut Yuniadi, selama ini GM Indonesia cuma menghabiskan stok unit tersisa di dealer untuk diserap konsumen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yuniardi, Captiva berhenti dijual karena produksinya dihentikan secara global.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baru satu pilihan mesin yang diketahui pada generasi baru Captiva, yaitu bensin 1.500 cc turbo dengan transmisi otomatis 6-percepatan. Pada model lama Captiva di Indonesia dibekali mesin diesel 2.000 cc.
"Ya sedang kami pikirkan," kata Yuniadi menanggapi pertanyaan apakah generasi baru Captiva bakal dijual di dalam negeri.
Saat ini sebagai produk substitusi untuk mengisi kekosongan Captiva, Yuniadi menjelaskan pihaknya mendorong menawarkan SUV lebih besar yakni Trailblazer. (fea/mik)