Peneliti Temukan Kawah Es dari Tabrakan Meteor di Greenland

AFP, CNN Indonesia | Senin, 19/11/2018 12:44 WIB
Peneliti Temukan Kawah Es dari Tabrakan Meteor di Greenland Ilustrasi gletser Greenland. (Foto: REUTERS/Lucas Jackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tabrakan meteor raksasa yang diperkirakan terjadi pada 12 ribu tahun lalu menyisakan sebuah kawah berukuran besar di Greenland. Para peneliti memperkirakan kawah tersebut memiliki ukuran lebih luas dari kota Paris.

Selain ukurannya yang istimewa, peneliti mengatakan kawah ini istimewa lantaran ditemukan di bawah lapisan gletser Hiawathe yang memberikan efek riak. Memiliki lebar 31 kilometer, jurnal Science Advances mencatat kawah ini termasuk dalam 25 kawah terbesar yang ada di Bumi.

Riset mengenai temuan ini diketahui telah terjadi sejak 2015 lalu, Namun hingga kini, tim peneliti dari beragam disiplin ilmu terus bekerja sama untuk memverifikasi beragam temuan.


Namun sejak saat itu, peneliti berhasil mengantongi lebih banyak data berkat penggunaan teknologi radar.

Profesor ilmu komputer dan teknik kelistrikan Kansas University, John Paden mengatakan kemungkinan ada puing-puing bongkahan es dari kawah tersebut yang akan memengaruhi iklim global. Ia juga mengatakan ada potensi bongkahan es tersebut meleleh.

"Lelehan puing-puing diproyeksikan memengaruhi iklim gobal dan alirannya akan memengaruhi aliran laut di sekitar selat Nares antara Kanada dan Greenland," ungkap Paden seperti dilaporkan AFP.

"Bukti yang dikumpulkan menunjukkan bahwa dampaknya mungkin terjadi setelah lapisan es terbentuk. Namun hingga kini peneliti masih bekerja untuk meneliti lebih lanjut."

Temuan awal ini disebut digunakan untuk mendukung program NASA mengenai perubahan iklim.

Peneliti mengatakan tengah berupaya untuk menetralkan materi yang meleleh dari dasar gletser. Tujuannya untuk mempelajari lebih lanjut waktu dan efeknya bagi kehidupan di Bumi.

Kendati demikian, profesor dari Center for GeoGenetics di Natural History Museom of Denmark, Kurt Kjaer mengatakan sejauh ini belum memungkinkan bagi peneliti untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi kawah.

"Jika melihat kondisinya menunjukkan bahwa kawah terbentuk setelah es mulai menutupi Greenland, usianya diperkirakan lebih muda dari tiga juta tahun-- mungkin jelang akhir zaman es berakhir," ungkap Kjaer. (evn/evn)