Dilansir dari CNN, organisasi hak-hak anak-anak Plan International mengatakan gadis itu ditawar oleh lima pria. Beberapa di antaranya dilaporkan merupakan pejabat tinggi pemerintah Sudan Selatan.
Kejadian miris ini menuai keprihatinan aktivis anak dan perempuan sebab ayah gadis tersebut dilaporkan menerima 500 sapi, tiga mobil, dan US$10 ribu sebagai imbalan untuk putrinya. Kejadian ini dikhawatirkan dapat menginspirasi keluarga lain untuk menggunakan situs media sosial untuk menerima mahar yang lebih besar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aliansi Pengacara Wanita Sudan Selatan (NAWL) mengatakan kepada CNN bahwa lelang itu tidak diposting oleh keluarganya, tetapi dilakukan oleh tetangganya. Namun, keluarga gadis itu mendapat keuntungan dari perang penawaran anak mereka.
"Segala bentuk perdagangan manusia, baik posting, halaman, iklan, atau grup tidak diizinkan dalam Facebook. Kami menghapus postingan itu dan secara permanen menonaktifkan akun milik orang yang memposting ini ke Facebook," kata juru bicara perusahaan dalam sebuah pernyataan kepada CNN.
"Kami selalu memperbaiki metode yang kami gunakan untuk mengidentifikasi konten yang melanggar kebijakan kami, termasuk menggandakan tim keselamatan dan keamanan kami menjadi lebih dari 30 ribu dan berinvestasi dalam teknologi," tutup juru bicara Facebook. (kst/age)