Line 'Membumikan' Kecerdasan Buatan di Sejumlah Layanan

CNN Indonesia | Rabu, 21/11/2018 20:10 WIB
Line 'Membumikan' Kecerdasan Buatan di Sejumlah Layanan Senior executive officer head of service development Line, Tomohiro Ikebe. (Foto: CNN Indonesia/Katri Adiningtyas)
Tokyo, CNN Indonesia -- Aplikasi pesan singkat, Line memperluas penggunaan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) ke sejumlah layanan besutannya. Jika sebelumnya Line hanya menyematkan AI pada Clova, produk speaker pintar berbentuk karakter Line yang kini ketersediaannya diperluas.

Perusahaan asal Jepang ini menjadikan tiga fokus utama pengembangan AI yakni melalui video pada aplikasi chatting, Line News, dan belanja daring shopping lens berbasis pengenal gambar (image recognition).

AI bisa dipakai ketika pengguna melakukan panggilan video di aplikasi chatting Line. Senior executive officer head of service development Line, Tomohiro Ikebe mengatakan kehadiran teknologi ini akan membaca wajah pengguna dan mengubahnya dengan filter menjadi beragam karakter, salah satunya ikon Line, Cony.


"Dengan fitur ini, kami harap pengguna dapat merasakan pengalaman yang menyenangkan saat menggunakan aplikasi Line," ujar Tomohiro di sela Line Developer Day di Tokyo, Rabu (21/11).

Tak hanya fitur panggilan video, anak perusahaan Naver ini juga menyematkan AI pada aplikasi agregator berita, Line Today. Tomohiro mengatakan tujuan utama penggunaan AI pada Line Today tak lain untuk menganalisis perilaku pembaca saat mengonsumsi artikel.

"Dengan AI, kami dapat mengembangkan personalisasi agar dapat menyesuaikan ragam berita yang diinginkan pembaca," jelasnya.

Selain dua layanan di atas, penggunaan AI juga membuat pengalaman berbelanja daring lewat fitur 'shopping lens' menjadi lebih menarik. Line menjanjikan AI bisa mengenali gambar serupa.

Tomohiro mencontohkan saat pengguna hendak membeli baju berwarna kuning, cukup mengarahkan kamera ke pakaian berwarna tersebut. Nantinya, akan muncul deretan pakaian berwarna senada dengan beragam model.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini Line secara terbuka menjadikan kecerdasan buatan dan blockchain sebagai fokus utama perusahaan menjangkau pengguna lebih luas. (kat/evn)