Perusahaan asal Jepang ini menjadikan tiga fokus utama pengembangan AI yakni melalui video pada aplikasi chatting, Line News, dan belanja daring shopping lens berbasis pengenal gambar (image recognition).
AI bisa dipakai ketika pengguna melakukan panggilan video di aplikasi chatting Line. Senior executive officer head of service development Line, Tomohiro Ikebe mengatakan kehadiran teknologi ini akan membaca wajah pengguna dan mengubahnya dengan filter menjadi beragam karakter, salah satunya ikon Line, Cony.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak hanya fitur panggilan video, anak perusahaan Naver ini juga menyematkan AI pada aplikasi agregator berita, Line Today. Tomohiro mengatakan tujuan utama penggunaan AI pada Line Today tak lain untuk menganalisis perilaku pembaca saat mengonsumsi artikel.
Tomohiro mencontohkan saat pengguna hendak membeli baju berwarna kuning, cukup mengarahkan kamera ke pakaian berwarna tersebut. Nantinya, akan muncul deretan pakaian berwarna senada dengan beragam model.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, kali ini Line secara terbuka menjadikan kecerdasan buatan dan blockchain sebagai fokus utama perusahaan menjangkau pengguna lebih luas. (kat/evn)