Denny Galant, Head of IT & Mobile Product Marketing Samsung Electronics Indonesia, mengatakan bahwa Samsung menguasai lebih dari 80 persen pangsa pasar ponsel pintar segmen menengah atas. Tak hanya itu, Samsung juga mengklaim pertumbuhan di kedua segmen mencapai enam kali lipat dari pertumbuhan bisnis ponsel secara keseluruhan.
"Secara pasar, pertumbuhan Samsung di segmen ini enam kali lipat di atas perkembangan pasar. Jadi pasar tumbuh 12 persen, Samsung tumbuh 72 persen year to date, Januari sampai sekarang," keasnya mengutip data GfK usai peluncuran Galaxy A9 di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Rabu (21/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Denny menjelaskan pertumbuhan juga terjadi di segmen premium. Meski diakui pertumbuhannya tak sebesar di segmen menengah dan premium.
Sedangkan untuk kelas murah, perusahaan asal Korea Selatan ini tidak menyebutkan besaran pangsa pasarnya. Namun, menurutnya perusahaan masih akan menawarkan produk kepada pengguna feature phone yang baru bermigrasi ke ponsel pintar dari yang ingin 'naik kelas'.
Persaingan bisnis segmen ponsel murah belakangan kian kompetitif dengan kemunculan sejumlah merek, sebut saja Realme dan Xiaomi yang 'obral' harga secara agresif. Menangapi persaingan di kelas ini, Denny mengaku tidak mempermasalahkan strategi yang diusung kompetitor.
"Oke oke aja dari persaingan itu kan yang diuntungkan itu konsumen sehingga itu juga memacu kita untuk memberikan lebih untuk konsumen. Nggak khawatir," pungkas Denny. (kst/evn)