Dilansir dari Reuters, satu hari sebelum rencana pendaratan para teknisi NASA mengaku tak bisa tidur hingga sakit perut karena perasaan 'deg-degan' menantikan Insight mendarat di Mars.
Namun, semua hal tersebut terbayar ketika menyaksikan Insight yang berhasil mendarat dengan mulus di Planet Mars. Sontak ruang kendali di Jet Propulsion Laboratory (JPL) ramai dengan teriakan haru biru saat mereka menerima sinyal yang mengkonfirmasi kedatangan InSight di tanah Mars, dataran luas yang tandus di dekat ekuator planet.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendaratan InSight mengakhiri perjalanan selama enam bulan sejauh 301 juta mil (548 juta km) dari Bumi.
Lihat juga:VIDEO: Misi Robot Milik NASA ke Mars |
"Alasan mengapa kami menggali ke Mars adalah untuk lebih memahami bukan hanya Mars, tetapi Bumi itu sendiri," kata Bruce Banerdt dari JPL, Penyelidik Utama InSight.
Pertanyaan yang masih menjadi tanda tanya besar adalah mengapa Mars sebuah planet yang pernah hangat dan basah, berevolusi menjadi planet kering, sepi, dingin dan tanpa kehidupan. Evolusi planet Mars ini jauh berbeda dengan planet Bumi.
Para ilmuwan menyakini jawaban ini ada hubungannya dengan tak adanya fakta-fakta masa lalu Mars, baik mengenai medan magnet atau aktivitas tektonik.
InSight dan misi penjelajah Mars berikutnya, yang dijadwalkan untuk meluncur pada 2020, dilihat sebagai prekursor untuk eksplorasi manusia di Mars. Sebuah tujuan yang dikatakan oleh Administrator NASA Jim Bridenstine mungkin akan tercapai pada pertengahan 2030-an. (age)