Pemecatan Ghosn berdasarkan pemungutan suara anggota dewan Mitsubishi, yang sekaligus menandai berakhirnya jabatannya sebagai petinggi produsen otomotif Jepang, Mitsubishi Motors yang sempat diguncang skandal kecurangan emisi gas buang pada 2016.
"Ghosn telah kehilangan kepercayaan dari Nissan dan sulit baginya untuk memenuhi tugasnya," tulis Mitsubishi dalam sebuah pernyataan resmi dilansir Reuters, Selasa (27/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para eksekutif aliansi akan bertemu pekan ini di Amsterdam, Belanda. Dalam agenda pertemuan tersebut bertujuan untuk melindungi operasi gabungan ketiga perusahaan pasca-Ghosn ditangkap otoritas Jepang di Bandara Haneda.
Sejauh ini dari ketiga perusahaan aliansi Renault-Nissan-Mitsubishi, cuma Renault yang masih menahan diri untuk tidak memecat Ghosn sebagai Ketua Dewan dan CEO Renault.
Masuko menjelaskan pihaknya harus segera meredam 'skandal Ghosn' yang telah terjadi selama 1 pekan terakhir. Menurut Masuko, pihaknya sudah memiliki rencana untuk membahas posisinya dalam aliansi, seperti mempertahankan daya saing Mitsubishi dalam hal daerah pemasaran dan teknologi.
Lihat juga:Nissan Pecat Carlos Ghosn |
CEO Nissan Hiroto Saikawa mengatakan kepada karyawannya pada Senin (26/11) bahwa kekuasaan terlalu terkonsentrasi pada Ghosn, dan ke depannya komunikasi diharapkan terjalin antara anggota dewan aliansi dan eksekutif aliansi untuk menjaga independensi dan menghasilkan sinergi yang kuat di antara produsen, kata juru bicara Nissan.
Di satu sisi, 'dosa' lain Ghosn dikabarkan akan merger antara Renault dan Nissan atas desakan pemerintah Perancis, meskipun ada penolakan dari perusahaan Jepang. Namun sebelum rencana besar ini terwujud, Ghosn justru ditangkap.
Kabar merger antara Renault-Nissan ini disebut akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan, mengutip Nikkei.com beberapa waktu lalu. (mik)