Konsumen Uni Eropa Tuntut Google

CNN Indonesia | Kamis, 29/11/2018 05:59 WIB
Konsumen Uni Eropa Tuntut Google Ilustrasi (REUTERS/Stephen Lam)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga Konsumen di Belanda, Polandia dan lima negara Uni Eropa lainnya sedang meminta regulator privasi, Selasa (27/11). Dalam hal ini membahas tentang dugaan bahwa Google telah melacak pergerakan dari jutaan penggunanya. Pelacakan ini dianggap melanggar Undang-Undang Privasi. Saat ini Google juga tengah menghadapi tuntutan di Amerika Serikat atas tuduhan serupa.

Kelompok konsumen yang melakukan tuntutan ini berasal dari Norwegia, beberapa kelompok konsumen seperti Republik Ceko, Yunani, Norwegia, Slovenia, dan Swedia, mengajukan keluhan kepada otoritas perlindungan data nasional masing-masing.

Konsumen sedang berdiskusi dengan Organisasi Konsumen Eropa (BEUC) atas dugaan Google yang menggunakan berbagai metode yang mendorong penggunanya untuk mengaktifkan seluruh pengaturan "riwayat lokasi" dan "aktivitas web dan aplikasi" yang terhubung dengan seluruh akun Google pengguna.


"Praktik yang tidak adil ini membuat konsumen tidak tahu mengenai penggunaan data pribadi mereka (yang dilakukan oleh Google)," kata BEUC berbicara atas nama kelompok konsumen negara tersebut, yang dikutip dari Reuters.

Ia juga menambahkan bahwa paktik yang dilakukan Google tidak sesuai dengan General Data Protection Regulation (GDPR) atau peraturan perlindungan data umum. Dalam hal ini, Ia merasa bahwa Google tidak memiliki dasar hukum yang valid dalam memproses data yang dipermasalahkan tersebut.

GDPR memiliki tujuan untuk memungkinkan pengguna dalam mengatur data pribadi mereka masing-masing. Regulasi ini juga meramalkan bahwa nantinya akan ada denda hingga empat persen, dari pendapatan secara global, untuk perusahaan yang melanggar aturan.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Google mengatakan fitur "Riwayat Lokasi" dapat dimatikan dengan mudah. Akan tetapi, dengan dimatikannya fitur tersebut, mereka tidak dapat membantu penggunanya dalam beberapa layanan seperti perkiraan lalu lintas di jalanan.

Selain itu, walaupun pengguna sudah menonaktifkan layanan tersebut, juru bicara juga menambahkan bahwa perusahaan mungkin saja masih mengumpuilkan dan menggunakan data lokasi pengguna untuk meningkatkan pengalaman Google pengguna (tergantung pada masing-masing perangkat dan pengaturan aplikasinya).

"Kami terus berupaya untuk meningkatkan kontrol kami, dan kami akan membaca laporan ini dengan cermat untuk melihat apakah ada hal-hal yang dapat ikut," ujarnya. (jef/eks)