Audi Uji Konsep Taksi Terbang

gfs, CNN Indonesia | Rabu, 28/11/2018 20:44 WIB
Audi Uji Konsep Taksi Terbang Audi sukses menguji konsep miniatur taksi terbang Pop.Up Next. (Foto: Audi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kerja sama antara Audi dengan Airbus dan Italdesign sudah menghasilkan konsep taksi terbang yang dikenalkan di Geneva Motor Show 2018 pada Maret lalu. Kini pengembangan telah mencapai titik lebih jauh, karena prototipenya itu telah selesai diuji.

Purwarupa itu bernama "Pop.Up Next", terdiri dari quadcopter yang membawa kendaraan listrik kecil pengangkut kapsul muat dua penumpang ke udara untuk transportasi. Begitu mendarat, kendaraan akan lepas dari quadcopter dan mengantar penumpang sampai ke tujuan.

Catatannya, purwarupa itu berwujud miniatur skala 1:4 jadi sebenarnya belum bisa mewakili kondisi sebenarnya di dunia nyata. Meski begitu, sistem otonom betulan bekerja.


Diberitakan Motor1 pada Selasa (27/11), kendaraan unik ini pertama kali dipamerkan serta berhasil diuji coba dalam tes pertamanya di Drone Week, Amsterdam.

Dalam keterangan resmi Audi menjelaskan prototipe miniatur Pop.Up Next sukses meletakkan kapsul penumpang di atas kendaraan. Kemudian kendaraan berjalan secara otonom di jalur tes.

Rencananya, pengoperasian massal Pop.Up Next akan diwujudkan satu dekade mendatang. Penumpang dapat menggunakan layanan taksi terbang ini untuk bepergian secara efisien di kota-kota besar lewat pengoperasian multimoda di udara dan darat.

Anggota dewan direksi Audi untuk penanganan sumber dan teknologi informasi, Dr. Bernd Martens, yakin Pop.Up Next akan menemui kesuksesan pada masa depan. Keyakinan itu muncul dari makin banyaknya pemain di bidang otomotif yang coba mengembangkan taksi terbang.

"Makin banyak orang yang pindah ke kota. Dan makin banyak juga orang yang lebih mudah bepergian berkat sistem otonom. Pada masa depan, orang dewasa, anak-anak, serta orang tanpa surat izin mengemudi tentu ingin menggunakan robot taksi yang nyaman. Jika kami berhasil membuat alokasi lalu lintas yang cerdas antara jalan dan ruang udara, masyarakat dan kota bisa mendapatkan keuntungan seimbang," jelas Martens.

Untuk melihat respon masyarakat terhadap layanan taksi terbang otonom ini, Audi dan anak perusahaan Airbus, Voom, bekerja sama melakukan tes di Amerika Selatan. Calon penumpang yang memesan layanan helikopter di Mexico City atau Sao Paulo akan ditunggu oleh taksi terbang Audi yang siap mengantar dari titik penjemputan atau sudah berada di destinasi.

"Layanan semacam ini membantu kami untuk memahami kebutuhan konsumen secara lebih baik. Karena di masa depan, taksi terbang akan menjadi alternatif menarik bagi penduduk di kawasan perkotaan. Lewat Pop.Up Next, secara bersamaan kami bisa menjelajahi batasan dari suatu hal yang mustahil secara teknis. Langkah selanjutnya adalah untuk menerbangkan dan menjalankan purwarupa berukuran full-size," pungkas Martens. (fea)