India Kembangkan Chatbot 'Kembaran' Orang yang Sudah Wafat

CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 08:33 WIB
India Kembangkan Chatbot 'Kembaran' Orang yang Sudah Wafat Ilustrasi. (Foto: dok. geralt/pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti dari Shree Devi Institute of Technology, India menjawab permasalahan 'perpisahan abadi' akibat kematian dengan orang terkasih. Chatbot yang dikembangkan memungkinkan seseorang hidup abadi dengan kepribadian dan suara yang mirip dengan sosok semasa hidup.

Sepintas pengembangan ini mengingatkan pada karakter Arnim Zola pada film Captain America: The Winter Soldier. Zola digambarkan mampu mentransfer pikiran dan kesadarannya ke dalam sistem komputer setelah ia meninggal pada tahun 1970-an dan membuatnya tetap bisa berkomunikasi dengan Captain America di tahun 2013.

Shriya Devadiga dan Bhakthi Shetty sebagai sosok dua peneliti di balik proyek ini tengah menyelidiki berbagai kemungkinan untuk membuat duplikasi kepribadian seseorang secara digital.


Chatbot yang dibekali kecerdasan buatan (AI) ini akan memiliki kepribadian seseorang yang telah meninggal dunia. Nantinya, ia memiliki kemampuan berbincang-bincang dengan manusia yang masih hidup.

Dalam penelitian ini, tim peneliti menggunakan AI dari Rusia yang melatih chatbot. Peneliti akan melatih chatbot agar bisa meniru pola komunikasi individu yang sudah meninggal menggunakan percakapan digital.

"Sesuatu seperti ini dapat membantu orang-orang untuk mengatasi trauma mereka setelah kehilangan orang yang mereka cintai, adalah apa yang digunakan kasus ini," tutur Shetty seperti dilansir Digital Trends.

Anda bisa memberikan rekam jejak digital individu yang sudah meninggal ke chatbot. Semakin banyak chatbot ini diberi asupan data berupa rekam jejak 'mendiang' semakin akurat pula chatbot meniru komunikasi 'mendiang'.

Hal ini dapat dicapai dengan memberinya jumlah total kehadiran media sosial, tweet, email, dan informasi relevan lainnya terkait 'mendiang'.  Ini akan menghasilkan entitas virtual yang sedekat mungkin yang tidak dapat dibedakan dari pribadi yang sudah tiada.

"Di dunia yang berkembang pesat penuh dengan teknologi  dan terutama kecerdasan buatan yang booming. Di dunia ini tidak ada yang ingin menghabiskan sebagian besar waktu mereka tertekan atau berkabung karena kehilangan mereka," tutur Shetty seperti diwartakan Mashable. (jnp/evn)