Jepang Akhirnya Suntik Mati Layanan Pager

CNN Indonesia | Rabu, 05/12/2018 14:24 WIB
Jepang Akhirnya Suntik Mati Layanan <i>Pager</i> Ilustrasi pager. (Foto: Istockphoto/ET1972)
Jakarta, CNN Indonesia -- Operator telekomunikasi asal Jepang, Tokyo Telemassage akhirnya memutuskan untuk menyuntik mati layanan pager. Rencana tersebut kabarnya akan direalisasi pada September 2019.

Padahal, Tokyo Telemassage merupakan satu-satunya perusahaan yang masih bertahan dengan layanan pager di tengah tren ponsel pintar yang semakin canggih.

Dilaporkan CNN, alasan di balik keputusan untuk menutup layanan bisnisnya lantaran penurunan drastis pengguna hingga di bawah 1.500. Di sisi lain, perusahaan juga sudah tidak memproduksi perangkat pager sejak 20 tahun lalu.
Di era keemasannya, pager populer di Jepang dan seluruh dunia pada tahun '90-an. Satu dekade silam saat ponsel belum tersedia secara luas seperti sekarang, Tokyo Telemesage sempat mengantongi basis pelanggan hingga 1,2 juta di masa kejayaannya di tahun 1996.


Sementara saat ini, generasi Z tak pernah menyentuh pager yang notabene adalah perangkat radio pribadi untuk menerima pesan yang dikirimkan melalui switchboard. Saat pager berbunyi atau berdengung, pemilik perlu mencari telepon untuk menghubungi operator dan membalas pesan.

Meski hingga kini tidak jelas siapa yang masih menggunakan alat ini, namun laporan Japan Times mencatat pager populer di kalangan orang yang bekerja di rumah sakit. Hal itu karena pager tidak memancarkan gelombang elektromagnetik saat bertabrakan dengan alat-alat medis.

Disamping itu, populasi orang tua di Jepang yang dianggap enggan berpisah dengan teknologi lama ini disebut jadi alasan lain. Negeri Tirai Bambu dianggap sebagai negara 'super tua' lantaran 20 persen penduduknya berusia di atas 65 tahun. Sementara presentasi anak-anak dalam 37 tahun terakhir jumlahnya terusnya menurun. (kst/evn)