Alasan Garuda Indonesia Pilih Xpander dan Geser 2 MPV Lain

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 11/12/2018 16:28 WIB
Alasan Garuda Indonesia Pilih Xpander dan Geser 2 MPV Lain Mitsubishi Xpander sebagai kendaraan operasional awak kabin Garuda Indonesia di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kehadiran Mitsubishi Xpander sebagai kendaraan operasional awak kabin Garuda Indonesia di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekaligus menyingkirkan Honda Mobilio dan Toyota Avanza yang sempat mengemban tugas yang sama.

Mobilio telah dipercaya menjadi armada yang diandalkan Garuda Indonesia untuk melayani seluruh awak kabinnya sejak 2016. Sebelum Mobilio, maskapai penerbangan milik pemerintah (BUMN) itu juga sempat mengandalkan Avanza menjadi kendaraan antar-jemput awak kabinnya.

"Total dari beberapa kali yang kami sewa atau beli dari Toyota dan Honda. Dan kali ini Xpander," kata Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Selasa (11/12).


Menurut Ari, alasan Garuda Indonesia meninggalkan dua mobil andalan Honda dan Toyota tersebut erat kaitannya dengan masalah keselamatan.

"Kami punya standar keselamatan dan safety and security yang tinggi. Makanya, kami dalam milih kendaraan utamakan keselamatannya," ucapnya.

Selain itu Ari menyampaikan harga yang ditawarkan Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) sebagai Agen Pemegang Merek (APM) cukup menggiurkan. Dijelaskan Ari, bahwa Xpander lebih nyaman ketimbang dua mobil dinas awak kabin Garuda sebelumnya.

"Karena kami ingin memberikan kenyamanan kepada semua kabin crew. Mereka harus fresh saat masuk ke kabin kami. Makanya kami jadi butuh mobil yang fresh juga," kata Ari.

Kesempatan Gantikan Peran Avanza dan Mobilio

Garuda Indonesia telah memesan 401 unit Xpander varian GLS tipe manual lima percepatan untuk kendaraan awak kabinnya di Terminal 3 Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Kerja sama dengan Garuda Indonesia ini menjadi bisnis fleet terbesar dari small MPV Mitsubishi.

Sedangkan hitung-hitungan mobil operasional Garuda Indonesia secara keseluruhan berjumlah 800-an unit, belum termasuk dengan kendaraan yang tergabung dalam grup Garuda Indonesia (Citylink dan Srwijaya) yang diperkirakan mencapai lebih dari 1.000 unit.

Ari menambahkan tidak menutup kemungkinan seluruh armada awak kabin Garuda Indonesia akan menggunakan MPV 'murah' Xpander. Kata dia itu tergantung dengan kesiapan Mitsubishi dalam penyediaan mobil.

"Dan ini kesempatan besar buat Xpander," tegas Ari dengan nada menantang Mitsubishi.

Dari dua pabrikan otomotif yang dimintai keterangan soal keselamatan produk kendaraan seperti dijelaskan pihak Garuda Indonesia, cuma Honda yang bisa memberikan keterangan, sedangkan Toyota tidak merespons.

"Nggak tahu ya. Setahu saya memang mereka (Garuda Indonesia) mencoba berbagai merek rasanya. Jadi mungkin ada perbandingannya," ucap Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual HPM Jonfis Fandy ketika dihubungi CNNIndonesia.com. (ryh/mik)