Hyundai Indonesia Tunggu Aba-aba dari Korsel Soal Investasi

CNN Indonesia | Senin, 17/12/2018 15:55 WIB
Hyundai Indonesia Tunggu Aba-aba dari Korsel Soal Investasi Logo Hyundai. (Foto: REUTERS/Kim Hong-Ji)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kunjungan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Pandjaitan ke Hyundai di Korea Selatan diapresiasi Hyundai Mobil Indonesia (HMI) selaku agen pemegan merek (APM) Hyundai di Indonesia. Hal ini dianggap upaya positif terkait rencana investasi Hyundai ke Indonesia, meski belum ada detail baru yang dibeberkan.

Sebelum Luhut sampai di Korsel, Hyundai Motor Company sudah menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) terkait rencana investasi. Penandatanganan itu dilakukan saat kunjungan Presiden Joko Widodo pada 9 September lalu.


CNNIndonesia.com pernah memberitakan, investasi Hyundai di Indonesia bakal menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Nilai investasi ditaksir setidaknya Rp7 triliun untuk mendirikan pabrik yang memproduksi mobil-mobil Hyundai di Indonesia.


Investasi itu kemungkinan berkaitan dengan rencana pemerintah Indonesia yang ingin membuka era kendaraan berteknologi listrik. Draf peraturan presiden tentang teknologi listrik untuk otomotif sedang dikaji di Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan menunggu gerakan Luhut sampai akhirnya diteken Jokowi.

"Pada dasarnya kami antusias atas kunjungan pak Luhut, membahas mobil listrik yang mana memang mobil ini sedang di-push oleh pemerintah untuk perkembangan otomotif pada waktu-waktu mendatang," ucap Deputi Direktur Pemasaran HMI Hendrik Wiradjaja saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (17/12).

Hendrik enggak berkomentar soal informasi terkini dari hasil pertemuan Luhut dengan Hyundai.
Meski begitu, Hendrik menjelaskan pihaknya berharap regulasi terkait kendaraan berteknologi listrik di Indonesia cepat diputuskan. Regulasi itu bisa dianggap investor sebagai kepastian dan acuan strategi masa depan.

"Kami berharap regulasi tentang kendaraan listrik ini semakin cepat diputuskan. Ini kan baru draf, kami menunggu finalnya seperti apa supaya kami bisa bergerak," tutup Hendrik. (fea/mik)