BPPT Siapkan Sistem e-Pemilu

CNN Indonesia | Selasa, 18/12/2018 05:18 WIB
BPPT Siapkan Sistem e-Pemilu Ilustrasi. (CNNIndonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengklaim telah menyiapkan berbagai teknologi mulai dari mobil otonom hingga pusat operasi keamanan (SOC) untuk menyambut era digitalisasi atau komputerisasi. Teknologi itu juga bisa diterapkan untuk pemilu.

Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material BPPT Eniya Listiani mengatakan SOC adalah sebuah pusat keamanan yang memanfaatkan kecerdasan dan big data untuk mengidentifikasi malware baru hingga ancaman-ancaman keamanan siber.

SOC ini dikatakan Eniya merupakan produk dalam negeri. Hal ini yang membedakan SOC miliki BPPT dengan SOC miliki Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).


Eniya mengatakan membuka peluang untuk para pemerintah daerah ataupun pusat untuk memiliki SOC. Ia berharap pemerintah daerah menerapkan SOC untuk melawan ancaman siber.

Tak hanya pemerintah pusat maupun daerah, setiap instansi pemerintahan seperti kementerian juga bisa menerapkan teknologi ini,

"Saat ini, sudah pakai kecerdasan buatan dan big data. BSSN punya juga SOC seperti ini. Kebanyakan mereka pakai produk sistem komersial, tidak dibangun sendiri," kata Eniya.

Eniya juga mengatakan pihaknya telah melakukan uji coba e-Pemilu dengan menerapkan e-Voting dan tanda tangan digital atau sertifikasi elektronik.

e-Voting memiliki konsep pemilih tinggal menyentuh gambar calon pilihan mereka di balik bilik pemilihan. Lalu sekali lagi menyentuh konfirmasi "ya" atau "tidak". Setelah itu, akan keluar struk audit bukti bahwa pemilih sudah memilih.

Struk akan dimasukkan ke kotak khusus, satu KTP atau identitas hanya dapat digunakan untuk satu kali memilih.

Sementara itu tanda tangan digital juga bisa berguna untuk memudahkan pemilu. Misalnya dokumen form C1 Plano Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dibubuhkan tanda tangan digital yang tak kasat mata sebagai cara verifikasi data.

Kemudian form C1 Plano tersebut akan dibaca dengan alat pemindai untuk mendeteksi tanda tangan digital. Hal tersebut akan menghemat ongkos kirim kotak suara diaspora dari luar negeri. (jnp/age)