Produksi Mobil Nissan Mengendur di China

CNN Indonesia | Sabtu, 29/12/2018 03:20 WIB
Produksi Mobil Nissan Mengendur di China Logo Nissan. (Foto: REUTERS/Benoit Tessier)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasar otomotif terbesar dunia yang berada di China sedang menyusut dan bikin berbagai produsen mengurangi kerja produksi. Setelah Ford dan Hyundai melakukan itu, kini giliran Nissan yang diungkap pada Jumat (28/12), bakal mengurangi produksi sampai 30 ribu unit selama beberapa bulan ke depan.

Penyusutan pasar otomotif di China sudah terjadi selama beberapa bulan ke belakang. Aktivitas itu dipicu perlambatan pertumbuhan perekonomian dan efek perang dagang dengan Amerika Serikat.

Nissan disebut bakal memangkas kuota produksi hingga 30 ribu unit pada Desember hingga Februari 2019 dari target yang sudah ditetapkan sebelumnya. Informasi ini didapat dari sumber kepada Reuters yang mengatakan rencana itu bukan konsumsi publik.


Tidak diketahui berapa banyak rencana produksi Nissan sebenarnya pada tiga bulan itu. Meski begitu pada periode Desember 2017 - Februari 2018 diketahui Nissan memproduksi nyaris 40 ribu unit di China.

Sebelumnya Nikkei telah memberitakan pada Kamis (27/12), Nissan berencana mengurangi produksi di tiga pabrik di China, termasuk salah satunya di Dalian yang menghasilkan Qashqai dan Infiniti QX50.

Juru bicara Nissan di Beijing menolak berkomentar soal rencana produksi itu.

China merupakan pasar terbesar buat Nissan yang menyumbangkan sekitar 25 persen penjualan tahunan. Pada tahun lalu Nissan menjual 1,5 juta unit di China dan berencana meningkatkannya hingga 2,6 juta unit pada 2022.

Namun kondisi di China lagi sulit, penjualan yang sebelumnya terus meroket kini seperti kehabisan bahan bakar. Padahal Nissan berencana menjadikan China pasar terbesarnya pada 2022. (fea/fea)