Cara Mengemudi Buruk Sopir Grab Turun Drastis

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 30/12/2018 12:29 WIB
Cara Mengemudi Buruk Sopir Grab Turun Drastis Grab mengandalkan aplikasi telematika pada Maret 2017 yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mitra pengemudi. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Grab Indonesia berusaha meningkatkan perilaku berkendara mitranya dengan menyematkan aplikasi telematika. Dengan teknologi itu, perilaku buruk pengemudi Grab turun 76 persen.

"Beragam inisiatif yang bertujuan untuk mengubah perilaku manusia seperti laporan telematika saat ini sudah mulai membuahkan hasil. Meskipun jarak yang ditempuh oleh pengemudi Grab di Indonesia tahun ini bertambah dua kali lipat dari tahun lalu, tetapi jumlah rata-rata kecelakaan karena mengebut justru turun sebanyak 76 persen," kata Head of Safety and Security Grab, Nicholas Chng dalam keterangan resmi.

Berdasarkan data dari Grab, aplikasi telematika mencatat bahwa jumlah rata-rata perilaku menginjak gas dan mengerem mendadak per kilometer juga turun masing-masing sebanyak 51 persen dan 25 persen.


Grab memanfaatkan aplikasi telematika pada Maret 2017 yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berkendara mitra pengemudi. Alhasil, pada Juli 2017, jumlah rata-rata perilaku berkendara dengan kecepatan di atas rata-rata (mengebut) adalah 0,7 per 100 kilometer. Pada Juli tahun ini, angka tersebut turun sebesar 64 persen.

Aplikasi itu mengumpulkan pola mengemudi setiap mitra pengemudi Grab selanjutnya dilaporkan secara berkala kepada mitra pengemudi tentang pola mengemudi mereka.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 25 persen dari total jumlah kecelakaan lalu lintas yang fatal di dunia terjadi di Asia Tenggara (menurut WHO termasuk Indonesia, Myanmar, dan Thailand).

Sementara itu, wilayah Pasifik Barat (termasuk Malaysia, Singapura, Filipina, Kamboja, dan Vietnam) memiliki jumlah cedera fatal akibat kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia.

Namun, tingkat kematian akibat kecelakaan sangat bervariasi di berbagai wilayah ASEAN. Sebagai contoh, tingkat kematian per 100.000 dari total jumlah populasi di Malaysia dan Thailand dicatat lima kali lebih tinggi dibandingkan di Singapura. Sementara di Indonesia, terdapat 28.297 kematian akibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2014 yang menjadi faktor penyebab hilangnya 3 persen PDB .

Mengacu pada fakta tersebut, Grab telah bermitra dengan sejumlah lembaga pemerintah di Asia Tenggara untuk mengembangkan beragam program yang ditujukan untuk mengatasi masalah keselamatan mereka mitra pengemudi. (mik)