Aplikasi Jerat Kebiasaan Buruk Pengemudi Taksi Online

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 27/12/2018 19:38 WIB
Aplikasi Jerat Kebiasaan Buruk Pengemudi Taksi Online Cara mengemudi yang lebih baik mengalami peningkatan secara signifikan sejak peluncuran telematika pada Maret 2017. (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan taksi online Grab terus memantau gaya mengemudi mitranya. Sebagai perusahaan yang melibatkan mitra menggunakan kendaraan bermotor, Grab ingin menurunkan jumlah keluhan pelanggannya atas laporan pola mengemudi mitra yang tak benar.

Perilaku berkendara yang tidak aman dan nyaman salah satu faktor penyebab kecelakaan diri sendiri dan melibatkan orang lain. Kondisi ini yang tidak dibenarkan oleh Grab terhadap seluruh mitranya di Indonesia.

Untuk meningkatkan pelayanan, Grab menggunakan aplikasi pada setiap ponsel mitra yang mampu membaca karakter mengemudi seperti mengebut, rem mendadak. Sistem ini merangkum semua aktivitas mengemudi secara tepat yang kemudian dipakai untuk mengkoreksi perilaku berkendara mitra Grab.


"Dengan mengumpulkan data GPS, giroskop, dan accelerometer dari aplikasi Grab, perusahaan Grab mampu menyajikan laporan telematika mingguan kepada mitra pengemudi tentang pola mengemudi mereka, termasuk kecepatan, akselerasi, dan pengereman sehingga mereka tahu apa yang harus mereka perbaiki," tulis Grab dalam pernyataan resmi, Kamis (27/12).

Menurut Grab, keunggulan lain sistem itu bisa membaca perilaku berkendara boros BBM dan agresif. Datanya digunakan untuk mengoreksi pola berkendara, denngan begitu mitra pengemudi akhirnya bisa menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM), penggunaan kampas rem serta ban.

"Mitra pengemudi kami melihat laporan telematika ini sebagai salah satu sarana praktis yang membantu mereka untuk menjadi pengemudi yang lebih baik. Mereka merasakan manfaat langsung ketika mereka dapat menghemat uang dengan berkendara lebih efisien, yang dapat menghemat bahan bakar mereka," jelas Head of Safety and Security Grab, Nicholas Chng.

Grab merasa terbantu dengan peluncuran telematika pada Maret 2017 untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen di Indonesia. Untuk meningkatkan keahlian mengemudi mitranya, Grab kerap memberikan pelatihan proaktif kepada mitra pengemudi jika diperlukan.

"Laporan telematika ini adalah bagian dari inisiatif 'Roadmap Teknologi Perjalanan Lebih Aman' kami yang lebih luas, mencakup pengukuran spesifik dengan tujuan mengubah kebiasaan berkendara mitra pengemudi. Contohnya adalah dengan pemantauan tingkat kelelahan mitra pengemudi, untuk mendorong perubahan perilaku jangka panjang," jelas Grab. (mik)