Pelanggan Bolt Padati Gerai Minta Kembalikan Pulsa dan Kuota

CNN Indonesia | Senin, 31/12/2018 13:55 WIB
Pelanggan Bolt Padati Gerai Minta Kembalikan Pulsa dan Kuota Ilustrasi (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelanggan berbondong-bondong memadati gerai Bolt terdekat untuk melakukan proses pengembalian pulsa dan kuota pada hari Senin (31/12) ini. Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com puluhan orang memadati gerai Bolt di Rawamangun, Jakarta Timur.

Rata-rata pelanggan yang datang ke sini ingin meminta pengembalian pembayaran di muka. Nominalnya juga tidak tanggung-tanggung, rata-rata mereka telah membayar dengan nominal di atas Rp2 juta sampai Rp3 juta untuk paket data selama setahun.

Salah satu pelanggan bernama Syarief mengaku sudah membayar di muka sebesar Rp 2,5 juta di muka untuk paket data unlimited selama satu tahun. Syarief mengaku baru memakai paket data ini selama dua bulan.


Kendati demikian pihak Bolt tidak langsung melakukan pengembalian pulsa atau paket data. Ada pelanggan yang dijanjikan dananya akan dikembalikan dengan proses lima hari bahkan hingga 30 hari kerja.

"Rp2, 5 juta unlimited setahun. Itu yang mau di refund. Dijanjikan lima hari kerja untuk proses refund. Baru dua bulan," kata Syarief kepada CNNIndonesia.com, di gerai Bolt Rawamangun, Jakarta Timur, Senin (31/12).

Berdasarkan pengamatan CNNIndonesia.com, salah satu pelanggan bahkan sempat emosi karena ketidakpastian proses refund. Bahkan pelanggan yang mengaku oknum tentara ini sempat adu urat dengan pegawai Bolt.

Emosi tersebut meluap akibat pegawai Bolt mengecewakan konsumen. Oknum tentara ini mengaku sudah berada di gerai Bolt selama dua jam.

"Anda jangan permainkan saya. Saya ini tentara, saya pecahin Anda," ancam oknum tentara tersebut.

Kepada CNNIndonesia.com, istri okmum tentara tersebut Lisa mengaku dirinya membayar di muka sebesar Rp1,6 juta untuk layanan paket data setahun. Kendati demikian ia baru memakai dua bulan layanan ini.

"Saya bayar dimuka 1,6 juta. Bayar tahunan. Saya baru langganan 2 bulan. Saya minta balik yang 10 bulan. Akhirnya dia (pegawai) saya minta untuk buat keterangan tertulis," kata Lisa.

Beberapa pelanggan juga ada yang meminta untuk menghentikan bayaran layanan Bolt agar tidak memotong saldo kartu kredit mereka. Pasalnya ada beberapa yang mengklaim Bolt masih menagih mereka untuk bulan Desember.

"Pascabayar saya Rp150 ribu. Itu saya minta disetop. Supaya nanti tidak terpotong otomatis. Lima hari katanya diurus," ujar Fredrick.

Salah satu pelanggan juga mengakui buruknya layanan klaim refund Bolt. Pegawai memberikan durasi proses klaim yang berbeda-beda kepada setiap konsumen. Belum lagi tautan link klaim refund di Twitter ternyata juga memiliki sistem yang buruk.

"Ini saya klaim lewat link di Twitter. Dibilang saya tidak berhak mengklaim," ujar Jameson sembari menunjukkan layar ponsel.

Akhir pekan lalu, Bolt mengumumkan bahwa mereka akan mulai melakukan pengembalian pulsa dan kuota pelanggan mulai Senin (31/12/2018) hingga Kamis, (31/1/2019).

Pelanggan akan menerima pengembalian sisa pulsa dan atau kuota yang belum terpakai. Dan pengembalian pembayaran yang telah dilakukan dimuka (advance payment) sesuai dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. (jnp/eks)