Tabung Pembatas Jalan Ridwan Kamil Belum Diuji di Indonesia

CNN Indonesia | Rabu, 02/01/2019 10:35 WIB
Tabung Pembatas Jalan Ridwan Kamil Belum Diuji di Indonesia Petugas mengevakuasi mini bus berpenumpang puluhan wisatawan yang masuk jurang di Tanjakan Letter S, Kampung Bantarselang, Kecamatan Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (9/9). Kecelakaan tunggal yang terjadi pada Sabtu (8/9) itu mengakibatkan sebanyak 21 orang meninggal dunia dan 18 orang mengalami luka berat dan ringan. (Foto: ANTARA FOTO/Budiyanto)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tabung pembatas jalan atau Roller Barrier di kawasan Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat, merupakan yang pertama dipasang di Indonesia menurut Direktur Keselamatan Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Mohamad Risal Wasal.

Risal menyebut pihaknya mendukung pemanfaatan teknologi baru untuk keselamatan lalu lintas. Roller Barrier dikatakan bisa membantu mengendalikan kendaraan dan menyerap benturan saat terjadi kecelakaan.

"Di Jawa Barat baru pertama kali di Indonesia. Itu pak Gubernur yang minta," kata Risal saat dihubungi, Rabu (2/1).


Walau dikatakan Risal Roller Barrier pertama di Indonesia ada di Jawa Barat, sebelumnya sudah beredar kabar perangkat serupa pernah dipasang di Aceh pada 2017. Meski begitu, dari foto-foto bisa dibandingkan produk yang ada di Jawa Barat dan Aceh punya perbedaan desain tabung.

Pada September, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, pernah mengungkap ide ingin menggunakan Roller Barrier buat meningkatkan keselamatan di kawasan jalan perbukitan yang melintasi jurang. Hal itu dikemukakan setelah kejadian kecelakaan bus yang jatuh ke jurang hingga menewaskan puluhan orang di Cikidang pada Agustus.

Lantas pada 31 Desember, lewat akun instagram, Ridwan memperkenalkan Roller Barrier sudah terpasang di Cikidang.

[Gambas:Instagram]

Risal menjelaskan Roller Barrier hanya salah satu dari sekian banyak teknologi pembatas jalan yang bisa jadi pilihan. Dia juga mengungkap pembuatan Roller Barrier lebih mahal 10 - 30 persen dari 'pembatas jalan biasa'.

"Ini memang salah satu pilihan terbaik," kata Risal.

Meski dirasa bisa mengurangi dampak tumbukan saat kendaraan kecelakaan, Risal mengakui belum pernah ada ujian untuk Roller Bariier yang sudah dilakukan di Indonesia.

"Yang jelas dia berfungsi lebih baik daripada besi. Tapi kami belum punya data detail, misalnya sudut berapakah tumbukan, bagaimana kalau 90 derajat," ucap Risal.

Meski begitu, produsen Roller Barrier, Evolution in Traffic Innovation (ETI), dikatakan pernah melakukan ujian menggunakan tiga jenis kendaraan, yakni kecil, besar, dan bus. Hasilnya disebut memuaskan pada semua kriteria.

Risal juga mengatakan saat ini Roller Barrier belum menjadi mandatori secara nasional, penerapannya tergantung inisiasi wilayah pemerintahan. (fea/fea)