Fakta Ultima Thule, Objek Terjauh yang Dicapai NASA

CNN Indonesia | Kamis, 03/01/2019 10:30 WIB
Fakta Ultima Thule, Objek Terjauh yang Dicapai NASA Ilustrasi. (David McNew/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memberikan kado tahun baru 2019 untuk penduduk Bumi dengan mencapai Ultima Thule, titik terjauh eksplorasi manusia di luar angkasa pada 1 Januari lalu.

Kendati demikian, nama Ultima Thule masih belum familiar di kalangan masyarakat. Berikut fakta mengenai Ultima Thule:

Obyek Primitif


CNN menulis bahwa Ultima Thule merupakan objek yang paling tua dan murni sehingga mempelajarinya seperti mengetahui permulaan sistem tata surya.

Kendati demikian, belum ada angka usia objek ini. Untuk mendapatkan detail itulah, NASA meluncurkan pesawat New Horizons menuju planet ini.
Nama dari Pulau Mitos

Objek ini sebelumnya dikenal dengan nama 2014 MU69. Nama Ultima Thule dipilih melalui kampanye nama panggilan yang diselenggarakan oleh tim New Horizons. Thule adalah pulau mitos di peta abad pertengahan. Dia dianggap sebagai titik paling utara di Bumi.

Ultima Thule pada dasarnya berarti "di luar Thule," yang menunjukkan sesuatu yang berada di luar apa yang diketahui. Nama ini cocok mengingat perjalanan perintis New Horizons yang pertama mencapai Thule.

'Kulit Kacang' di Kuiper Belt

New Horizons terbang tiga kali lebih dekat ke Ultima daripada yang dilakukannya untuk Pluto. Pesawat itu mampu berdekatan dalam jarak 2.200 mil sehingga mampu memberikan tampilan permukaan Thule yang lebih baik.

Ultima Thule berada di Kuiper Belt yang jaraknya sekitar 4 miliar mil dari Bumi, berada di dekat Pluto. Bentuknya disebut para astronom mirip kulit kacang.

Daerah Kuiper Belt penuh dengan material es. Sabuk ini berada 2 miliar kilometer dari planet terjauh, Neptunus, dan berjarak 1,5 miliar kilometer dari planet kerdil, Pluto. New Horizon telah mencapai Pluto pada 2015. (kst/age)