New Horizons Milik NASA Mulai Baru Jelajah Ultima Thule

CNN Indonesia | Selasa, 01/01/2019 18:38 WIB
New Horizons Milik NASA Mulai Baru Jelajah Ultima Thule Pesawat luar angkasa nirawak milik NASA, New Horizons, diluncurkan sesaat setelah pergantian tahun jadi 2019. (REUTERS/NASA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Antariksa Amerika (NASA) menandai tahun baru 2019 dengan memulai misi baru penjelajahan angkasa. Pesawat luar angkasa nirawak, New Horizons kembali melakukan misi baru menuju titik terjauh di luar angkasa yang pernah dijelajahi, yakni Ultima Thule.

"Go New Horizons!" ujar Pemimpin penelitian, Alan Stern diiringi suara terompet dan gempita peserta pesta, anak-anak berkostum astronaut, di Laboratorium Fisika terapan Johns Hopkins, Maryland, Amerika Serikat, Selasa (1/1) seperti dikutip dari AFP.

Stern mengucapkan hal tersebut pada pukul 00.33 waktu setempat, masa yang sama dengan meroketnya New Horizons.


Di luar angkasa, New Horizons menyudutkan mata kameranya ke jarak 6,4 miliar kilometer jauhnya. Target dari pantauan kamera New Horizons itu disebut dengan istilah Kuiper Belt.

Disebutkan New Horizons akan memberikan gambaran dan perspektif soal Ultima Thule dari jarak dekat untuk pertama kalinya. Jarak obyek angkasa kuno itu disebutkan NASA berada sekitar 1 miliar mil dari luar orbit Pluto.

Nantinya, sepanjang sejarah, Ultima Thule adalah obyek terjauh di luar angkasa yang pernah dijelajahi alat milik manusia.

Kendati memberikan gambaran jarak dekat, New Horizon tidak bisa menyiarkan kondisi Ultime Thule secara langsung. Pasalnya, sinyal yang dikirim Bumi-New Horizons dan sebaliknya setidaknya membutuhkan waktu sekitar enam jam.

Sinyal pertama dari New Horizons baru diterima bumi baru sekitar 10 jam setelah peluncuran atau pukul 09.45 waktu Amerika. Pada saat itu juga NASA baru mengetahui apakah New Horizons sampai di 2.200 mil (3.540,5 km) di atas permukaan Ultima Thule.

Menanggapi perjalanan bersejarah New Horizons, Gitaris Queen, Brian May, yang juga Doktor di bidang Astronomy mengaku bahagia bisa menyaksikannya. Dia bahkan sempat membuat satu lagu khusus untuk New Horizon untuk menghormatinya.

"Ini adalah malam yang tidak akan kita lupakan," ucap Brian.

Stern mengatakan Ultima Thule adalah obyek yang unik. Ultima Thule, ucapnya, adalah peninggalan dari masa-masa awal terbentuknya alam semesta.

"Segala sesuatu yang akan kita pelajari tentang Ultima - mulai dari komposisi hingga geologinya hingga bagaimana awalnya terbentuk, apakah ia memiliki satelit dan atmosfer dan hal-hal semacam itu, akan mengajarkan kita tentang kondisi pembentukan asli benda-benda di sistem tata surya," ucap Stern.

Bukan hanya New Horizons yang menciptakan rekor di momen pergantian tahun 2018 ke 2019.

Pesawat luar angkasa milik NASA lainnya, OSIRIS-REx juga menciptakan rekor baru pada 31 Desember 2018 lalu dengan memasuki orbit asteroid Bennu. Itu adalah obyek kosmos terkecil yang pernah dikelilingi pesawat luar angkasa. Diameternya sekitar 500 meter.

Catatan redaksi: Terdapat pergantian judul oleh redaksi pada Jumat, 4 Januari 2019 pukul 11.08 WIB dari "NASA Peringati Tahun Baru dengan Luncurkan New Horizons" menjadi "New Horizons Milik NASA Mulai Misi Jelajah Ultima Thule". (sah/kid)