Inggris Rampungkan Uji Rover AI untuk Eksplorasi Mars

CNN Indonesia | Kamis, 03/01/2019 07:42 WIB
Inggris Rampungkan Uji Rover AI untuk Eksplorasi Mars Ilustrasi permukaan planet Mars. (Foto: nasa.gov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Antariksa Inggris baru saja menyelesaikan pengujian robot yang diperkuat dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/ AI) untuk eksplorasi Mars.

AI bertujuan agar robot bisa membuat keputusan sendiri selama proses eksplorasi. Mulai dari keputusan menentukan arah hingga bagaimana cara menghemat daya.

Peranti lunak yang dikerjakan oleh peneliti di King's College London dan Airbus ini juga bisa mengetahui kapan harus mematikan daya untuk menghemat energi. Dengan begitu, rover bisa melakukan penyelidikan menarik secara otomatis, hal yang kerap luput dilakukan jika melibatkan manusia sebagai operator.


Tim pengembang beranggapan rover yang dipakai saat ini lambat dan tidak responsif lantaran butuh waktu delapan menit untuk menerima perintah yang dikirim oleh operator dari Bumi. Akibatnya bisa membatasi ruang gerak robot saat melakukan eksplorasi, mengingat dalam sehari rover hanya mampu berberap beberapa puluh meter saja.

Mengutip Telegraph, sistem otonom pada rover yang dijuluki 'Sherpa' ini sebelumnya telah diuji beberapa bulan lalu di Gurun Sahara. Lokasi gersang di Maroko ini dipilih sebagai tempat pengujian karena dianggap memiliki medan merah dan berbatu yang sangat mirip dengan permukaan Mars.

Dalam sekali pengujian selama sebulan robot ini mampu menempuh jarak 1,4 kilometer tanpa ada interaksi yang melibatkan manusia.

"Mars adalah planet yang sangat sulit untuk dicapai dengan aman sehingga sangat penting untuk memaksimalkan penemuan dari setiap pendaratan berhasil," kata Catherine Mealing-Jones, Direktur Pertumbuhan di Badan Antariksa Inggris dalam keterangan di situs resmi pemerintah.

"Teknologi robot otonom baru seperti ini akan membantu untuk membuka lebih lanjut misteri Mars dan saya senang Inggris adalah pemain kunci dalam bidang yang canggih ini," sambungnya. 

Kendati demikian rover ini belum mendapatkan namanya. Badan Antariksa Inggris berencana memberikan nama pada musim semi ini.

Sebelumnya, Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) juga mengungkapkan niat untuk memperkuat rover dengan AI. Teknologi tersebut sangat dibutuhkan karena jeda waktu delapan menit saat menerima perintah dari Bumi hingga membuat eksplorasi Planet Merah belum maksimal. (kst/evn)