AISI Bakal Kaji Hubungan Ganjil Genap dengan Penjualan Motor

CNN Indonesia | Kamis, 03/01/2019 17:15 WIB
AISI Bakal Kaji Hubungan Ganjil Genap dengan Penjualan Motor Ilustrasi ganjil genap. (Foto: CNN Indonesia/Kustin Ayuwuragil)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penjualan sepeda motor tahun ini dianggap sebagian kalangan bakal terbantu perpanjangan aturan ganjil genap yang berlaku di Jakarta. Masyarakat diperkirakan menjadikan motor sebagai solusi mobilitas ketimbang menggunakan transportasi massal yang dirasa kurang memadai.

Aturan ganjil genap untuk kawasan Jakarta telah diperpanjang mulai 2 Januari hingga batas waktu yang belum ditentukan. Hal itu tertuang dalam Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 155 Tahun 2018 yang berlaku pada 31 Desember 2018.

Ganjil genap berlaku di sembilan jalan besar di Jakarta pada pukul 06.00 WIB - 10.WIB dan 16.00 WIB - 20.00 WIB setiap Senin - Jumat. Ganjil genap tidak berlaku pada Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.


Motor merupakan salah satu kategori kendaraan yang kebal ganjil genap. Selain motor, kendaraan presiden dan wakil presiden, pemadam kebakaran dan ambulans, angkutan umum (pelat kuning) juga tidak terikat pada aturan ganjil genap.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pernah mengatakan menolak ganjil genap diberlakukan buat motor sebab tujuannya bukan untuk membatasi peredaran motor di Jakarta. Anies bilang aturan itu agar lebih banyak masyarakat naik kendaraan umum.

Masalahnya, fasilitas kendaraan umum seperti Transjakarta, belum bisa memenuhi ekspektasi kebutuhan transportasi masyarakat yang sangat beragam. Sistem transportasi terintegrasi sepenuhnya belum tercapai, sedangkan Lintas Rel Terpadu (LRT) dan Mass Rapid Transit (MRT) juga belum kesampaian.

Motor, kendaraan ringkas, murah, dan irit diperkirakan bisa jadi jawaban buat masyarakat yang menginginkan mobilitas ke jalur ganjil genap. Area perkantoran dan banyak lokasi beraktivitas lainnya di sekitar sembilan jalan pemberlakuan ganjil genap dikira bisa memicu pembelian motor.

Ketua Bidang Komersial Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (AISI) Sigit Kumala belum bisa berkomentar banyak terkait hal itu. Dia mengatakan AISI belum memiliki data yang mengamini atau menyangkal anggapan aturan ganjil genap meningkatkan penjualan motor di Indonesia atau khususnya di kawasan Jakarta dan sekitarnya.

Ganjil genap di Jakarta berlaku sejak 30 Agustus 2016 untuk menggantikan aturan pembatasan kendaraan three in one. Aturan itu awalnya berlaku di empat jalan protokol, lantas meluas saat Jakarta menjadi salah satu lokasi penyelenggaraaan Asian Games 2018.

"Bisa iya, bisa enggak. Kecuali mungkin terjadi lonjakan penjualan motor di Jakarta 10 persen," ucap Sigit, saat dihubungi CNNIndonesia.com, Kamis (3/1).

Selama Januari - November 2018, penjualan motor nasional mencapai 6,5 juta unit. Sigit menjelaskan kontribusi Jakarta pada penjualan motor nasional sebesar sekitar 8 persen. Sedangkan total kontribusi Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi) sebesar 13 persen.

Jabodetabek ada di urutan ketiga daerah yang paling banyak membeli motor, posisi pertama adalah Jawa Barat sebesar 17 persen dan Jawa Timur 15,5 persen.

"Tidak ada data yang menyatakan demikian, akibat ganjil genap (penjualan motor) akan naik," ujar Sigit.

Sigit menilai mencari korelasi aturan ganjil genap dengan penjualan motor menarik untuk dikaji. Dia mengatakan bakal melakukan kajian tentang hal itu. (fea/mik)