Ilmuwan Ungkap Awal Kelahiran Ultima Thule

CNN, CNN Indonesia | Jumat, 04/01/2019 11:08 WIB
Ilmuwan Ungkap Awal Kelahiran Ultima Thule Wahana antariksa New Horizons. (Foto: NASA/JHUAPL. REUTERS/NASA/Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory/Southwest Research Institute/Handout)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyelidik geofisika NASA akhirnya mengungkapkan asal-muasal objek terjauh yang pernah dieksplorasi manusia, Ultima Thule. Menurut ilmuwan, Ultima Thule terbentuk sekitar 4,5 miliar tahun lalu.

Proses pembentukan Ultima Thule diawali dengan awan-awan bertubuh kecil dan yang berputar dan kemudian bersatu. Akhirnya tinggal menyisakan dua tubuh, dua tubuh ini perlahan-lahan berputar semakin dekat sampai kedua tubuh ini menyentuh satu sama lain dan membentuk Ultima Thule.




Ultima Thule memang terlihat terdiri dari dua objek berbentuk lingkaran atau lobus. Objek yang lebih besar dinamakan Ultima, sementara yang kecil disebut Thule.

Gravitasi menjadi faktor yang menggabungkan dua tubuh ini. Ini artinya manusia pertama kali bia melihat planetesimal pertama atau objek yang berubah menjadi planet. Ultima Thule berjarak 6,4 miliar kilometer dari Bumi.

"Ini mesin waktu ke waktu nol," kata Jeff Moore, kepala penyelidik geofisika misi dari NASA Ames seperti dilansir CNN.



Para ilmuwan misi mengatakan data sains pertama yang dikirim kembali dari New Horizons telah menunjukkan bahwa Ultima Thule merupakan dua objek terpisah yang disatukan oleh gravitasi.

Eksploarsi ini menjadi objek pertama di Kuiper Belt yang merupakan wilayah paling primitif yang pernah diamati oleh pesawat antariksa. Ultima Thule sangat tua dan murni sehingga pada dasarnya seperti mundur ke awal tata surya kita.

Kuiper Belt adalah ujung tata surya Bima Sakti, bagian dari piringan asli tempat matahari dan planet terbentuk. Gambar warna baru juga mengungkapkan Ultime Thule berwarna merah pasti merah, seperti bagian atas bulan Charon, Pluto. 

Gambar juga mengungkapkan bahwa kedua lobus memiliki penampilan berbintik. Ultima Thule tampaknya tidak memiliki kawah tumbukan bekas tumbukan.  Ilmuwan mengatakan kemungkinan ada bukit dan punggung bukit. Leher yang menghubungkan kedua lobus menjadi salah satu lereng paling curam.

Ilmuwan meyakini akan lebih banyak yang akan terungkap seiringan dengan data-data yang akan masuk. Data pertama ini adalah hasil dari New Horizons yang mendekati Ultima Thule saat matahari berada belakang pesawat ruang angkasa. Sehingga, hasil pengamatan kurang pencahayaan untuk melihat keberadaan kawah. (jnp/evn)